Berita

Dirjen Bangda Kemendagri Restuardy Daud. (Foto: Humas Kemendagri)

Politik

Dirjen Bangda Kemendagri Motivasi Jajaran Dukung Welfare State Prabowo

SABTU, 07 FEBRUARI 2026 | 03:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Restuardy Daud mengajak jajarannya untuk meningkatkan motivasi kerja dalam rangka mendukung cita-cita Presiden Prabowo Subianto mewujudkan Welfare State atau negara sejahtera.

Ajakan itu disampaikan Restuardy saat memberikan sambutan dalam acara Bangda Award 2025 di Gedung Serbaguna, Ditjen Bangda Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Februari 2026.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan penghargaan dan penandatangan Perjanjian Kinerja Ditjen Bangda Tahun 2025 oleh Dirjen, Sekretaris dan Para Direktur di lingkup Ditjen Bangda Kemendagri.


Dirjen Bangda Kemendagri, Restuardy Daud berharap perjanjian kinerja ini tidak hanya berakhir pada seremonial belaka tapi juga pemicu bagi semua jajaran Ditjen Bangda. 

Dirjen Bangda juga mengutip soal adanya karakter pegawai yang selalu mengatakan siap, laksanakan, seakan-akan patuh tapi pada kenyataannya tugas yang diberikan atasan tidak dilaksanakan. 

"Seharusnya kita semua komitmen terhadap semua tugas yang diberikan kepada kita. Ini saya ingatkan kepada kita semua," kata Restuardy dengan nada tegas.

Menurut dia, pada prinsipnya dalam manajemen sumber daya manusia (SDM), bentuk-bentuk karakter SDM yang ada yakni terbagi atas 2, pertama adalah SDM yang kompeten dan SDM yang loyal. Kompeten adalah mampu mengerjakan dan loyal adalah bisa mengikuti apa yang menjadi tugasnya.

"Kompetensi bisa dibangun. Caranya antara lain dengan pelatihan, seminar dan semacamnya. Tapi kalau loyalitas ini benar benar harus diperhatikan, bisa dilakukan dengan cara memotivasi. Pendekatan semacam ini sering dilakukan Bapak Menteri Dalam Negeri (Tito Karnavian)," jelasnya.

Lanjut Restuardy, SDM yang baik adalah dia yang mampu (kompeten) dan dia loyal. Namun ada juga karakter SDM yang sebenarnya dia mampu tapi dia tidak loyal sehingga dia tidak mau mengerjakan. 

Ada juga karakter SDM yang kompetensinya biasa-biasa saja tapi dia sangat loyal. Bagi seorang pemimpin menilai pegawai seperti karakter yang terakhir tadi tidak apa-apa sebab kompetensi yang bersangkutan masih bisa dibangun. 

Kompetensi ini bisa diajarin, dikasih kesempatan sehingga pada akhirnya bisa dan berhasil sukses mengerjakan tugas yang diberikan. Semuanya memang butuh proses, tidak ada yang ujug-ujug jatuh dari atas langit. 

"Inilah PR (pekerjaan rumah) masing-masing atasan untuk membangun loyalitas. Kalau soal kompetensi bisa dibangun dengan memberikan pelatihan. Tapi khusus loyalitas hanya bisa dilakukan dengan cara memotivasinya," kata Dirjen Bangda.

Teknik memotivasi anggota tim bisa dengan menggunakan teori Maslow yakni berdasarkan tingkatan kebutuhan manusia. Tingkatan pertama motivasi seseorang bekerja yang paling mendasar adalah gaji. Pada tingkatan ini disediakan oleh pemerintah berupa gaji dan fasilitas kerja untuk membangun motivasi. Kemudian pengaturan lingkungan kerja dan jam kerja.

Sementara di sisi lain, bila dilihat dari perspektif pegawai ada kalanya dia merasa dan melihat ketidakadilan. Sebab ada yang bekerja mati-matian tapi di sisi lain ada yang santai-santai, bahkan tidak bekerja. 

Mungkin ada juga yang merasa ruangan kerjanya yang tidak sesuai atau tidak memadai. Sehingga hal semacam ini menjadikan motivasinya jadi sedikit bergeser. Bahkan jadi malas ke kantor. Ada juga pegawai yang absennya penuh tapi fisiknya tidak kelihatan hadir di ruang kerja. Ada juga yang datang lalu hanya duduk-duduk saja tidak bekerja.

"Hal semacam ini harus segera diperbaiki dan para pimpinan bisa menata kembali agar supaya menggerakkan tim kerja agar mampu mencapai target kerja yang telah ditetapkan," kata Restuardy.

Restuardy berharap alokasi anggaran yang diberikan untuk tahun 2026 bisa menjadi instrumen mendorong kinerja seluruh jajaran Ditjen Bangda Kemendagri. Misalnya untuk mendorong motivasi kerja seperti yang disebutkan tadi. Sehingga semua jajaran bisa melakukan eksekusi kerja untuk mencapai target institusi atau lembaga yang telah ditetapkan. 

"Anggaran yang telah ditetapkan tadi bukan hanya sebagai kontrak yang ditandatangani tapi juga menjadi sumber daya untuk menggerakkan kinerja. Hal yang paling utama adalah kerja institusi. Saya ingatkan, semua pekerjaan di kantor ini (Ditjen Bangda) jangan sampai ada yang terlewat atau tidak diketahui oleh atasan. Apalagi kalau menggunakan logo institusi," tegasnya.

Restuardy menegaskan, intinya untuk meningkatkan motivasi itu tidak hanya diisi oleh gaji dan fasilitas yang diberikan tapi juga bagaimana seorang pemimpin bisa membangun soliditas tim untuk menjawab prestasi dan pencapaian, bukan dari orang lain.

"Saya berharap semua jajaran Ditjen Bangda bisa melaksanakan tugas dan kita bertanggung jawab terhadap apa yang diberikan negara kepada kita untuk melaksanakan tugas negara sebaik-baiknya," pungkas Restuardy.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya