Berita

Ilustrasi Huntara. Foto: KemenPU

Politik

Penyelesaian Huntara untuk Korban Bencana di Aceh Terus Dipercepat

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 18:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah bersama pemangku kepentingan telah menyelesaikan pembangunan 4.401 unit hunian sementara (huntara) di seluruh Aceh.  

Ribuan Huntara tersebut tersebar di berbagai kabupaten/kota yang terdampak bencana banjir bandang beberapa waktu lalu. Pembangunan huntara ini setara 26 persen dari jumlah keseluruhan yang saat ini sedang dan akan terus dibangun sebanyak 15.956 unit.  

Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 1.015 unit, kemudian Kabupaten Aceh Tamiang 1.000 unit, Kabupaten Gayo Lues 530 unit, Kabupaten Aceh Timur 529 unit, dan Kabupaten Bener Meriah 455 unit.


Selanjutnya Kabupaten Pidie Jaya 410 unit, Kabupaten Aceh Tengah 300 unit, Kabupaten Nagan Raya 70 unit, Kota Lhokseumawe 50 unit, Kabupaten Pidie 12 unit, dan Kota Langsa 30 unit.

"Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) akan terus mengawal sampai semua tercapai. Kita kebut dan terus percepat" ujar Kasatgaswil Aceh Safrizal ZA, Jumat, 6 Februari 2025.

Sementara itu, dengan kemajuan signifikan pembangunan huntara pasca dibentuknya Satuan Tugas Wilayah Aceh yang dikepalai oleh Safrizal yang juga Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri ini, maka jumlah pengungsi yang mendiami tenda-tenda darurat juga terus mengalami penurunan.

"Menurut laporan Posko Transisi, jumlah pengungsi di Aceh terus menurun signifikan dan saat ini masih terdapat 74.120 atau 19.019 kepala keluarga yang masih tersebar di 986 titik pengungsian di 10 kabupaten/kota," jelas Safrizal.

Dia menambahkan dari aspek pemulihan ekonomi juga mulai bergerak. Sebanyak 465 pasar rakyat di Aceh telah kembali aktif, membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Selain itu, 641 rumah ibadah telah kembali difungsikan, menandai pulihnya kehidupan sosial dan keagamaan warga.

Di sektor pembersihan lumpur, Kementerian PUPR dari 235 lokasi sasaran pembersihan di Aceh, sebanyak 129 lokasi telah selesai ditangani, sementara 106 lokasi lainnya masih dalam proses. 

"Pembersihan ini menjadi fondasi penting untuk memulihkan permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi warga, termasuk Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah siap digunakan setelah sebelumnya terkena dampak yang parah," bebernya.

Sementara dari aspek kesehatan, Safrizal menambahkan seluruh fasilitas kesehatan terdampak tetap berfungsi. Tercatat 146 fasilitas kesehatan di Aceh terdampak bencana namun tetap operasional. Dua puskesmas menjalankan pelayanan di luar gedung, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.

Sementara itu, sektor pendidikan juga terdampak dengan 1.204 fasilitas pendidikan, namun proses belajar mengajar terus diupayakan tetap berjalan. 

Dari sisi infrastruktur dasar, pembangunan sarana air bersih dan sanitasi terus dikebut. Di Aceh, 614 sumur bor telah selesai dibangun, satu unit masih dalam proses, dan empat unit dalam tahap persiapan.

"Untuk fasilitas MCK, 46 unit telah rampung, sementara 26 unit lainnya masih dalam pengerjaan, guna menjamin kesehatan lingkungan masyarakat terdampak, Semoga semua dimudahkan, InsyaAllah jelang ramadhan ini progressnya terus signifikan,"  pungkas Safrizal.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya