Berita

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbincang dengan Keluarga Diraja Brunei Darussalam, Pangiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah. (Foto: RMOLJateng/Istimewa)

Nusantara

Luthfi Keluarkan Jurus Marketing saat Bertemu Keluarga Diraja Brunei

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 06:46 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Keluarga Diraja Brunei Darussalam, Pengiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah melakukan kunjungan ke Provinsi Jawa Tengah. Kunjungan kehormatan ini bertujuan menindaklanjuti rencana investasi di sejumlah sektor strategis.

Tamu dari mancanegara itu langsung ditemui oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di ruang kerjanya, Semarang, Jawa Tengah, Kamis, 5 Februari 2026.

Pertemuan tersebut turut membahas secara lebih rinci peluang kerja sama, termasuk penandatanganan letter of intent investasi pada sektor energi terbarukan.


Ketertarikan investasi Brunei Darussalam di Jawa Tengah mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain pengolahan sampah, pertanian, energi terbarukan, serta sektor pendukung pembangunan berkelanjutan.

Minat tersebut sebelumnya telah disampaikan dalam pertemuan antara Pengiran Muda Abdul Qawi dan Gubernur Ahmad Luthfi pada akhir Desember 2025.
Selain melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi potensial, rombongan Brunei Darussalam juga melakukan penandatanganan letter of intent terkait rencana investasi pada sektor energi terbarukan.

Gubernur mengatakan, Jawa Tengah memiliki wilayah yang luas dengan 35 kabupaten/kota, sehingga memerlukan eksplorasi investasi yang berkelanjutan guna mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

“Karena itu, kami menyampaikan terima kasih atas minat investasi yang disampaikan oleh Pengiran Muda Abdul Qawi,” ujar Ahmad Luthfi dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Lanjut dia, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan Indonesia mencapai kondisi nol sampah pada 2029.

Luthfi menjelaskan bahwa pemerintah daerah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menangani persoalan sampah. Salah satunya dengan menggandeng investor.

“Saat ini pengelolaan sampah yang sudah berjalan antara lain di Banyumas Raya dengan sistem RDF, kemudian Pekalongan Raya. Solo Raya masih menjadi tantangan dan sudah kami komunikasikan dengan Wali Kota Solo,” jelas Ahmad Luthfi.

Untuk sektor energi terbarukan, Luthfi menawarkan optimalisasi sejumlah waduk di Jawa Tengah, serta pengembangan energi bersih guna mendukung Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan kawasan industri lainnya.

“KITB merupakan kawasan industri terbesar yang kami miliki. Di sana sudah terintegrasi antara industri, pariwisata, dan perumahan, serta rencana pembangunan dry port. Ini menjadi peluang investasi yang sangat bagus,” pungkasnya. 

Terkait potensi kerja sama, Pengiran Muda Abdul Qawi telah mengajak sejumlah delegasi untuk membahas aspek teknis investasi dengan dinas dan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hingga akhir 2025, nilai investasi Brunei Darussalam di Jawa Tengah tercatat sekitar Rp5 miliar. Capaian tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan awal yang positif terhadap iklim investasi di Jawa Tengah.

Ke depan, peluang perluasan investasi Brunei Darussalam terus dijajaki, mencakup sektor agroindustri, rantai pasok pangan halal, perikanan terpadu, cold chain logistics, serta layanan kesehatan berkonsep ramah lingkungan.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya