Berita

Cecilia Novani Mehue (kiri) dan Yunita Alanda Monim (kanan). (Foto: Humas Kemendagri)

Nusantara

Pemda Harus Gencar Sosialisasi Beasiswa Otsus untuk Anak Muda Papua

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 01:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dua perempuan muda berprestasi asal Papua, Cecilia Novani Mehue dan Yunita Alanda Monim, berpendapat dana Otonomi Khusus (Otsus) bidang pendidikan harus dimanfaatkan maksimal untuk meningkatkan kualitas anak muda Papua. 

Mereka juga mendorong agar pemerintah daerah di Papua terus mensosialisasikan program beasiswa Otsus agar makin banyak anak muda Papua menikmati pendidikan di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.

Caecilia Mehue merupakan salah satu figur perempuan muda Papua yang berhasil menyelesaikan studi Sarjana di Amerika Serikat lewat program beasiswa otonomi khusus (Otsus). Usai studi Sarjana Strata 1 dan Strata 2 di Oregon State University, Cecilia kini mengabdi sebagai anggota DPRP Papua.


“Saya ini aset hidup otonomi khusus Papua. Jadi saya harus pulang ke Papua untuk membantu masyarakat dalam bentuk apapun,” kata Cecilia saat diskusi Kemendagri di Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Cecilia mengaku mendapat beasiswa Otsus Papua pada masa Gubernur Lukas Enembe (alm). Dia kemudian menyelesaikan studi S1 dan S2 di Amerika selama tujuh tahun.

Saat masih studi di Amerika, Cecilia sudah terlibat langsung dalam gerakan pemberdayaan perempuan Papua lewat organisasi Ikatan Mahasiswa Papua Amerika dan Kanada (IMAPA). Terakhir dia menjabat sebagai Wakil Presiden di organisasi yang beranggota ratusan anak Papua penerima beasiswa di Amerika dan Kanada tersebut.

“Saya ini berasal dari keluarga yang sederhana. Karena itu saya mencari beasiswa untuk sekolah dan pulang membantu orang tua dan masyarakat kami,” ungkap Cecilia.

Sepulang dari Amerika, Cecilia mengaplikasikan ilmu yang dia peroleh dengan membuka usaha kafe di Sentani dan mempekerjakan anak-anak Papua. 

Dia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat Papua sebagai dosen kontrak di Universitas Swadiri Jayapura dengan terlibat dalam Yayasan Ada Kitong Pung Rumah dan kegiatan di gereja.

Saat pemerintah pusat melakukan seleksi anggota DPRP Papua periode 2024-2029 dari jalur Otsus, Cecilia mendaftar dan mengikuti serangkaian tes sehingga terpilih sebagai anggota dewan.

“Sebagai anggota Dewan hasil pengangkatan dari jalur Otsus, tugas saya adalah menjaga dan memperjuangkan hak-hak adat orang asli Papua agar bisa masuk dalam program pemerintah daerah,” timpalnya.

Berbeda dengan Cecilia, Putri Indonesia Papua 2023 Yunita Alanda Monim mengaku tidak mendapatkan beasiswa Otsus. Karena itu, dia mengaku berjuang sendiri untuk mewujudkan masa depannya.

“Waktu itu, informasi beasiswa Otsus belum banyak yang tahu karena kurangnya sosialisasi. Makanya banyak anak Papua yang berjuang sendiri menempuh pendidikan demi masa depan,” kata Yunita yang kini berprofesi sebagai penyiar TVRI dan karyawan PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta.

Yunita mengaku senang, belakangan ini, makin banyak anak muda Papua yang mendapatkan kesempatan sekolah di berbagai daerah dan luar negeri dibiayai beasiswa Otsus.

“Yang penting pemerintah perlu terus melakukan sosialisasi tentang program-program Otsus supaya makin banyak masyarakat Papua merasakan manfaatnya, terutama di bidang pendidikan,” ungkap Yunita saat menjadi pembicara bersama Cecilia.

Dia juga membeberkan fakta yang ditemui pada sejumlah sekolah berasrama di Jakarta, dimana sejumlah anak-anak Papua yang bersekolah di tingkat SMA dikirim oleh kabupaten di Papua.

“Menurut saya, pendidikan harus menjadi fokus perhatian dari program Otsus supaya makin banyak anak-anak muda Papua yang diberdayakan,” tandasnya.  


Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya