Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Purbaya Bantah Isu “Tukar Guling” Juda Agung dengan Thomas Djiwandono

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 20:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah isu adanya praktik “tukar guling” jabatan antara Juda Agung dan Thomas Djiwandono di lingkungan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. 

Ia menegaskan penunjukan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan murni berdasarkan kebutuhan dan kecocokan kompetensi.

Hal itu disampaikan Purbaya usai menghadiri pelantikan Juda Agung sebagai Wamenkeu di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026. 


Menurutnya, tidak ada skenario saling bertukar posisi seperti yang ramai diperbincangkan publik.

“Bukan tukar guling, kebetulan saja kemampuan Pak Juda bisa menggantikan Pak Thomas jadi ditaruh di situ daripada saya pusing-pusing cari,” ujar Purbaya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, penugasan Juda Agung memang untuk menggantikan Thomas Djiwandono yang kini menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Karena itu, pergeseran posisi tersebut terlihat seperti saling bertukar.

“Pak Juda tugasnya akan menggantikan Pak Thomas. Jadi kan seperti switch ya,” tuturnya.

Purbaya juga menegaskan pembagian tugas para wakil menteri tetap berjalan seperti sebelumnya. Tidak ada perubahan signifikan dalam struktur maupun fungsi kerja di Kementerian Keuangan.

“Pak Sua (Suahasil Nazara) kan tugasnya sudah jelas. Pak Juda akan menggantikan Pak Thomas. Saya merangkap tugas Pak Anggito sebelumnya. Jadi tidak akan ada perubahan tugas yang signifikan. Sama saja. Cuma paling Pak Juda baru saja,” jelasnya.

Usai dilantik Presiden, Wamenkeu Juda mengungkap alasan pengunduran dirinya dari jabatan Deputi Gubernur BI.

Ia menegaskan keputusan tersebut diambil karena mendapat penugasan sebagai Wamenkeu dari Presiden Prabowo Subianto dan tidak memungkinkan untuk merangkap jabatan di dua otoritas berbeda.

"Alasan pengunduran diri jelas, karena saya ditugaskan sebagai Wakil Menteri Keuangan. Tentu saja tidak bisa merangkap sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dua otoritas yang berbeda," ujar Juda usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Juda juga membantah anggapan bahwa penugasan tersebut bersifat mendadak. Menurutnya, proses penunjukan sudah dipersiapkan sejak lama.

"Cukup jauh-jauh hari, bukan mendadak," kata dia.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya