Berita

Ilustrasi. (Foto: Humas Pertamina)

Bisnis

Pertamina Integrasikan Bisnis Hilir Perkokoh Ketersediaan Energi

KAMIS, 05 FEBRUARI 2026 | 05:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Di tengah situasi geopolitik global dan volatilitas harga energi dunia, PT Pertamina (Persero) terus melanjutkan transformasi untuk memperkuat perannya sebagai BUMN Energi dalam menjaga ketahanan energi nasional dengan mengintegrasikan bisnis hilir ke dalam satu entitas terpadu.
 
Perseroan secara resmi menyatukan sub holding yang bergerak di sektor hilir yaitu PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan segmen bisnis PT Pertamina International Shipping (PIS), bergabung (merger) menjadi subholding downstream. 

PPN saat ini menjadi entitas penerima penggabungan. Penggabungan dimaksud dilakukan melalui proses evaluasi yang mendalam termasuk melalui tahapan benchmarking terhadap perusahaan oil company sejenis lainnya.
 

 
Penyatuan ini akan menciptakan ekosistem bisnis yang berkesinambungan, mengintegrasikan proses pengolahan bahan bakar di kilang, distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia, hingga pemasaran produk yang memenuhi kebutuhan masyarakat.
 
Dengan terintegrasinya rantai pasok hilir, Pertamina memastikan ketersediaan energi (Availability) yang lebih andal, aksesibilitas (Accessibility) yang menjangkau seluruh pelosok negeri, produk energi yang memenuhi kebutuhan masyarakat dan lingkungan (Acceptability), serta harga yang kompetitif (Affordability). Selain itu, integrasi ini mempercepat transisi energi melalui pengembangan portofolio bahan bakar rendah karbon (Sustainability). 
 
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengungkapkan integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, serta meningkatkan daya saing Perusahaan. 

Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi antarfungsi berjalan lebih cepat, pengambilan keputusan lebih efektif, dan investasi yang lebih optimal.
 
“Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi. Ketika kilang, distribusi, dan logistik serta pemasaran bekerja sebagai satu sistem, kita dapat menghilangkan redundansi, mempercepat layanan, dan menghadirkan pasokan energi yang andal dari Sabang sampai Merauke,” ujar Simon dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu malam, 4 Februari 2026.
 
Melalui Subholding Downstream, Pertamina menargetkan transformasi dalam lini bisnisnya, khususnya yang terkait dengan peningkatan pelayanan ke masyarakat. 

Integrasi yang dilakukan tidak akan mengganggu pelayanan terhadap masyarakat maupun terhadap mitra bisnis dan pekerja, sebaliknya menargetkan penyediaan energi yang semakin andal untuk masyarakat melalui peningkatan kolaborasi lintas divisi serta memberikan dampak yang lebih besar bagi bangsa dan generasi mendatang dengan semangat Energizing Indonesia.
 
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa langkah ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam mengimplementasikan Asta Cita swasembada energi.
 
"Integrasi bisnis hilir berlaku per 1 Februari 2026 ini bukan sekadar perubahan organisasi, melainkan upaya penguatan fondasi untuk menjadikan Pertamina sebagai soko guru bangsa dalam penyediaan energi. Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, kami memastikan pelayanan energi kepada masyarakat Indonesia semakin optimal dan tangguh dalam menghadapi tantangan global," tutur Baron.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya