Berita

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (Foto: AFP)

Dunia

Presiden Iran Instruksikan Pembukaan Kembali Dialog Nuklir dengan AS

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 20:44 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan telah mengeluarkan perintah untuk melanjutkan kembali perundingan nuklir dengan Amerika Serikat. 

Kantor berita Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui langsung proses tersebut, menyebutkan bahwa perundingan kemungkinan akan segera dimulai dan melibatkan pejabat senior dari kedua negara. 

“Pembicaraan kemungkinan akan segera dimulai kembali, melibatkan pejabat senior dari kedua negara,” tulis Tasnim News Agency, seperti dikutip pada Senin, 2 Februari 2026.


Meski demikian, waktu dan lokasi pertemuan belum ditetapkan. Perundingan disebut akan berlangsung pada level Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan utusan Amerika Serikat Steve Witkoff. 

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari kantor Presiden Pezeshkian terkait kabar tersebut.

Langkah ini muncul di tengah situasi regional yang memanas, menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai pergerakan kekuatan militer Amerika ke kawasan Timur Tengah. 

Trump mengonfirmasi bahwa sebuah armada besar AS sedang menuju wilayah tersebut, seraya memperingatkan Iran agar bersedia berunding terkait program nuklirnya atau menghadapi kemungkinan aksi militer.

Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas diplomatik dilaporkan meningkat. Sejumlah negara kawasan, termasuk Turki, disebut turut melakukan upaya untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS.

Pada konferensi pers mingguan di Teheran, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan bahwa negaranya tidak menerima tekanan dari Washington. 

Sebagai catatan, Iran dan Amerika Serikat sebelumnya terlibat dalam perundingan nuklir tidak langsung pada Juni tahun lalu. Namun, pembicaraan tersebut terhenti setelah Israel melancarkan serangan ke Iran yang memicu perang selama 12 hari dan meningkatkan eskalasi secara tajam. 

Usai konflik tersebut, Teheran menangguhkan perundingan dengan Washington dengan menuding AS bertanggung jawab atas serangan Israel.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya