Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

Dedi Mulyadi Siapkan Tiga Jurus Atasi Banjir Bekasi

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 06:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan tiga langkah tegas untuk mengatasi banjir yang terus menghantui wilayah Bekasi dan sekitarnya.

Langkah tersebut ditempuh menyusul maraknya kesalahan tata ruang akibat alih fungsi lahan, terutama di kawasan pesawahan dan rawa yang seharusnya menjadi daerah resapan air.

Langkah pertama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menghentikan seluruh pembangunan perumahan yang berdiri di kawasan terlarang, termasuk di area pesawahan dan rawa.


"Saya terus mencari solusi untuk banjir di Bekasi. Satu membuat surat edaran agar seluruh perumahan pemukiman yang dibangun di area yang terlarang itu dihentikan," ujar Dedi dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Minggu malam, 1 Februari 2026.

Langkah kedua, Dedi mendorong pemerintah kabupaten dan kota melakukan perubahan tata ruang agar fungsi lahan kembali sesuai peruntukannya.

"Yang kedua, agar pemerintah kabupaten dan kota melakukan perubahan tata ruang, termasuk pemerintahan provinsi," tegasnya.

Selain pembenahan tata ruang, Dedi menilai pembangunan danau menjadi kebutuhan mendesak untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi. Karena itu, Pemprov Jabar mendorong percepatan pembangunan Danau Cibeet sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir.

"Yang ketiga, saya sudah bertemu dengan menteri PU untuk melakukan percepatan pembangunan danau Cibeet. Ini juga solusi dan baru selesai 2028," jelasnya.

Sambil menunggu proyek tersebut rampung, pemerintah daerah menyiapkan langkah-langkah pendukung untuk menekan risiko banjir dalam jangka pendek. Salah satunya dengan memperkuat infrastruktur pengendali air di kawasan rawan.

"Berikutnya adalah, saya juga sudah meminta kepala BBWS untuk memperkuat tanggul-tanggul sehingga tidak mudah untuk jebol," jelasnya lagi.

Ke depan, Dedi yang akrab disapa KDM menegaskan kawasan hutan, sawah, rawa, dan bantaran sungai tidak boleh lagi dialihfungsikan menjadi permukiman.

Untuk wilayah dengan tingkat kepadatan tinggi seperti Bekasi, Depok, Bandung Raya, dan Bogor, pembangunan hunian vertikal dinilainya sebagai pilihan yang tidak terelakkan.

"Karena itu satu-satunya jalan untuk membebaskan masyarakat dari hantu banjir yang datang dalam setiap waktu," pungkasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya