Manajemen PLTU Ketapang bersama keluarga korban kecelakaan kerja (Foto: Istimewa)
Manajemen PLTU Ketapang bersama keluarga korban kecelakaan kerja (Foto: Istimewa)
Langkah ini diambil menyusul insiden kecelakaan kerja fatal yang terjadi di area operasional PLTU beberapa waktu lalu, yang melibatkan dua pekerja dari mitra kontraktor, PT Limas Anugrah Steel. Kecelakaan yang merenggut nyawa Muhammad Joni dan Rianto tersebut memicu respons cepat dari manajemen untuk memastikan seluruh hak ahli waris terpenuhi sesuai regulasi hubungan industrial yang berlaku.
Manajer PLTU Ketapang, Zais Ariono, menyatakan telah berkoordinasi aktif dengan PT Limas Anugrah Steel untuk menuntaskan kewajiban normatif. Selain manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) melalui BPJS Ketenagakerjaan, perusahaan juga memberikan santunan duka tambahan bagi keluarga korban.
Populer
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
Senin, 26 Januari 2026 | 00:29
Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15
UPDATE
Jumat, 30 Januari 2026 | 12:12
Jumat, 30 Januari 2026 | 11:53
Jumat, 30 Januari 2026 | 11:47
Jumat, 30 Januari 2026 | 11:29
Jumat, 30 Januari 2026 | 11:16
Jumat, 30 Januari 2026 | 11:08
Jumat, 30 Januari 2026 | 10:50
Jumat, 30 Januari 2026 | 10:20
Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01
Jumat, 30 Januari 2026 | 10:01