Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Asia Variatif saat IHSG dalam Tekanan Berat

JUMAT, 30 JANUARI 2026 | 09:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham-saham di pasar Asia bergerak variatif pada pembukaan perdagangan Kamis, 30 Januari 2026.

Dikutip dari CNBC, indeks ASX 200 Australia dibuka melemah dan berlanjut turun 0,80 persen atau 71,60 poin ke level 8.862,30 pada pukul 08.15 WIB. Di Korea Selatan, indeks Kospi sempat dibuka menguat 1,09 persen dan Kosdaq melonjak 2,69 persen, namun Kospi kemudian berbalik melemah 0,26 perssn. 

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang bergerak menguat 0,15 persen ke level 53.437,15, meski indeks Topix justru turun 0,57 persen. Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 27.565, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 27.826,91.


Sorotan utama investor Asia tertuju pada Indonesia, menyusul tekanan hebat yang menimpa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan sebelumnya, IHSG terjungkal 7,35 persen dan ditutup di level 8.320,55. Kejatuhan tajam ini dipicu peringatan dari penyedia indeks global MSCI mengenai potensi penurunan status Indonesia menjadi pasar frontier. 

Selain itu, Goldman Sachs juga menurunkan rekomendasi pasar saham Indonesia menjadi underweight, seiring ekspektasi berlanjutnya aksi jual pasif. Para ahli strategi Goldman Sachs menilai potensi aksi jual tersebut akan menjadi “beban” yang menghambat kinerja pasar. 

Tekanan terhadap aset Indonesia juga tercermin dari pergerakan iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang diperdagangkan di New York Stock Exchange, di mana harganya rontok 10,03 persen ke level 17,26 Dolar AS.

Sejumlah analis memperkirakan IHSG masih rawan terkoreksi lebih lanjut pada perdagangan hari ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya