Berita

Puing-puing pesawat yang jatuh di Kolombia (Foto: Reuters)

Dunia

Pesawat Jatuh di Kolombia, Seluruh Penumpang Tewas Termasuk Anggota DPR

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 15:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah pesawat kecil jatuh di wilayah pedesaan Provinsi Norte de Santander, Kolombia timur laut, pada Kamis, 29 Januari 2026.

Seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 15 orang, termasuk seorang anggota Kongres dilaporkan meninggal dunia.

Maskapai milik negara Satena, yang mengoperasikan penerbangan tersebut, menyatakan bahwa pejabat lokal di komunitas Curasica pertama kali memberi tahu pihak berwenang mengenai lokasi jatuhnya pesawat. Tim penyelamat kemudian dikerahkan ke lokasi kejadian.


Namun, harapan akan adanya korban selamat pupus setelah Kementerian Transportasi Kolombia memastikan kondisi di lokasi kecelakaan.

“Setelah pesawat ditemukan di lokasi kejadian, pihak berwenang dengan menyesal mengkonfirmasi bahwa tidak ada korban selamat," demikian pernyataan Kementerian Transportasi Kolombia, seperti dikutip dari Associated Press.

Pesawat dengan nomor registrasi HK4709 tersebut lepas landas dari Bandara Cúcuta, ibu kota departemen Norte de Santander, pada pukul 11.42 waktu setempat dan dijadwalkan menuju Ocaña, sebuah wilayah pegunungan yang biasanya ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit. 

Kontak terakhir dengan pengatur lalu lintas udara terjadi hanya beberapa menit setelah lepas landas.

Otoritas belum mengungkap penyebab kecelakaan dan menyatakan penyelidikan akan dilakukan untuk mengetahui faktor yang memicu jatuhnya pesawat.

Pesawat tersebut membawa dua awak dan 13 penumpang. Di antara korban tewas adalah Diógenes Quintero, 36 tahun, anggota DPR Kolombia dari daerah Catatumbo, serta Carlos Salcedo, seorang pemimpin sosial yang tengah mencalonkan diri sebagai anggota DPR.

Quintero dikenal luas sebagai pembela hak asasi manusia di wilayah perbatasan Kolombia-Venezuela yang selama ini dilanda konflik. 

Ia terpilih pada 2022 sebagai salah satu dari 16 perwakilan khusus di majelis rendah yang mewakili lebih dari sembilan juta korban konflik bersenjata Kolombia, kursi yang dibentuk berdasarkan perjanjian damai bersejarah 2016 antara pemerintah Kolombia dan kelompok gerilya FARC.

Presiden Kolombia Gustavo Petro juga menyampaikan belasungkawa melalui media sosial. 

"Saya sangat sedih atas kematian ini. Belasungkawa terdalam saya untuk keluarga mereka. Semoga mereka beristirahat dalam damai," kata dia.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya