Berita

Kolase bendera AS dan Iran. (Foto: ANTARA)

Dunia

Kemlu Diminta Siaga Hadapi Ancaman Perang AS–Iran

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 12:02 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai berpotensi memicu perang terbuka kedua negara.  Hubungan kedua negara tersebut terus memanas setelah AS mengerahkan kapal-kapal perangnya ke kawasan sekitar Iran. 

Situasi semakin mengkhawatirkan menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berulang kali melontarkan ancaman akan menyerang Iran.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, kondisi geopolitik global yang tidak menentu ini harus disikapi secara serius oleh pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri (Kemlu).


“Saya meminta Kementerian Luar Negeri untuk selalu bersiaga dan memantau secara ketat perkembangan situasi antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan ini berpotensi meningkat sewaktu-waktu dan bisa berdampak luas, termasuk terhadap WNI di kawasan tersebut,” ujar Oleh Soleh, Kamis, 29 Januari 2026. 

Ia menekankan pentingnya langkah antisipatif untuk melindungi warga negara Indonesia yang berada di Iran. Oleh karena itu, ia meminta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran agar meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

“KBRI Teheran harus aktif mengimbau seluruh WNI di Iran agar selalu waspada, mengikuti arahan resmi, serta menyiapkan langkah darurat jika terjadi kemungkinan terburuk, termasuk pecahnya perang antara kedua negara,” tegasnya.

Oleh Soleh juga menegaskan bahwa keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama negara dalam situasi konflik internasional. Ia berharap pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah diplomatik yang tepat serta memastikan jalur komunikasi dengan WNI di Iran tetap terbuka dan responsif.

“Negara harus hadir dan memastikan seluruh WNI mendapatkan perlindungan maksimal di tengah situasi global yang semakin kompleks,” tutup politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya