Berita

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menjadi saksi di sidang lanjutan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Politik

Kesaksian Ahok Seret Jokowi Cerminan Relasi Politik Tak Selalu Langgeng

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 09:04 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tampil blakblakan saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Di hadapan majelis hakim, Ahok menegaskan bahwa selama dirinya menjabat sebagai Komisaris Utama, tidak pernah ada laporan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang disampaikan kepada dewan komisaris. Termasuk, kata dia, temuan yang berkaitan dengan sewa kapal yang kini menjadi salah satu pokok perkara dalam persidangan.

Tak hanya menjawab pertanyaan seputar perkara, Ahok justru mendorong jaksa penuntut umum untuk berani naik ke level yang lebih tinggi bila ingin mengungkap kasus ini secara menyeluruh. 


Menurutnya, pengusutan tidak boleh berhenti pada aspek teknis semata. Bahkan, Ahok menyebut, jika memang ingin membongkar perkara ini secara tuntas, maka pemeriksaan seharusnya juga menyentuh mantan Menteri BUMN Erick Thohir hingga mantan Presiden Joko Widodo.

Pernyataan Ahok tersebut dinilai memiliki dimensi politik yang tak kalah menarik. Pengamat politik Adi Prayitno menilai, relasi politik antara Ahok dan Jokowi justru menjadi sorotan tersendiri di tengah persidangan ini.

“Bagaimana sebenarnya hubungan politik antara Jokowi dengan Pak Ahok ini menurut saya jauh lebih menarik. Kenapa Ahok yang dulu cukup baik berteman dan bahkan menjadi bagian satu perjuangan dalam sebuah kemenangan politik justru kini menyampaikan secara terbuka terkait pemeriksaan-pemeriksaan di persidangan?” ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 29 Januari 2026.

Adi menilai, dinamika tersebut mencerminkan realitas politik Indonesia yang kerap berubah. Hubungan yang dulu erat, kata dia, tidak selalu menjamin kebersamaan akan berlangsung lama.

“Hubungan di politik kita memang turun naik. Di dalam memberikan kesaksian Ahok mengatakan kalau perlu periksa tuh presiden, periksa tuh BUMN. Ini menarik secara politik karena kita juga tahu bahwa di negara kita tidak pernah ada jaminan apapun hubungan politik seseorang dengan yang lainnya itu langgeng,” jelasnya.

Ia menambahkan, publik juga masih mengingat sikap Ahok menjelang Pilpres 2024, di mana mantan Gubernur DKI Jakarta itu melontarkan kritik keras terhadap berbagai kebijakan Presiden Jokowi. Situasi tersebut, menurut Adi, menunjukkan bahwa hubungan keduanya sudah mengalami pergeseran serius.

“Setelah pecah kongsi, publik melihat dua figur ini rasanya agak sulit untuk dipertemukan dalam satu chemistry yang sama,” pungkasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

AXA Mandiri Financial Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:59

Menteri Pigai Keliling SPBU: Hari Ini Distribusi BBM Bali Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:35

AS Ultimatum Iran: Patuhi Kesepakatan Nuklir atau Hancur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:26

Bareskrim dan BNN Obok-Obok Kelab Malam, Sembilan Orang Positif Narkoba

Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:17

Wali Kota Prancis Dipukuli Warga Israel di Tepi Barat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:45

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:42

Kabut Asap Picu Lonjakan Penjualan Tabung Oksigen dan Air Purifier di Asia Tenggara

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:04

Perlu Sistem Pencegahan Karhutla agar Warga Tak Terus Jadi Korban

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:51

Syarikat Islam Didorong Jadi Kekuatan Besar Ekonomi Umat

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:26

KPK Evaluasi Alasan Nusron Wahid Mangkir Sebelum Terbitkan Surat Perintah Membawa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 15:11

Selengkapnya