Berita

Ilustrasi Jemaah Haji

Bisnis

Kemenhaj Borong Bumbu Nusantara UMKM ke Dapur Haji

RABU, 28 JANUARI 2026 | 09:48 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dana penyelenggaraan ibadah haji yang mencapai sekitar Rp18 triliun per tahun memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat berlapis, tidak hanya bagi jemaah, tetapi juga bagi perekonomian dalam negeri.

Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Efendi, menyatakan Kemenhaj terus memperkuat transformasi layanan haji dengan mengintegrasikan kepentingan jemaah dan pemberdayaan ekonomi nasional, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Harapan Presiden dan Menteri jelas, dana haji tidak hanya terserap di Arab Saudi, tetapi sebagian besar bisa dirasakan masyarakat Indonesia melalui produk dan layanan UMKM,” ujar Jaenal, Rabu, 28 Januari 2026.


Pada penyelenggaraan haji tahun ini, Kemenhaj memaksimalkan penggunaan bumbu khas Indonesia dan makanan siap saji (ready to eat/RTE) untuk konsumsi jemaah, khususnya di Armuzna.

Sebanyak 22 jenis bumbu bercita rasa nusantara dengan kebutuhan lebih dari 400 ton serta sekitar 3,9 juta paket RTE disiapkan oleh pelaku usaha nasional yang telah memenuhi standar Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

“Produk ini telah melalui uji cita rasa dan keamanan pangan. Selain meningkatkan kenyamanan jemaah, ini juga membuka pasar ekspor nyata bagi UMKM kita,” jelasnya.

Nilai ekonomi dari pengadaan bumbu tahun ini diperkirakan mencapai Rp63 miliar, sementara RTE berpotensi menciptakan perputaran ekonomi dalam skala jutaan riyal.

Kemenhaj juga tengah menginisiasi ekspor beras Indonesia untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji, seiring dengan kondisi surplus panen nasional.

“Indonesia surplus lebih dari dua juta ton beras. Sudah saatnya beras Indonesia hadir di dapur haji, agar jemaah bisa mengonsumsi beras yang sesuai selera dan kualitas yang mereka kenal,” kata Jaenal.

Koordinasi telah dilakukan dengan Bulog, Kementerian Pertanian, serta importir dan dapur penyedia layanan konsumsi haji di Arab Saudi untuk memastikan aspek harga, kualitas, dan keberlanjutan pasokan.

Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Kemenhaj RI juga mengembangkan platform oleh-oleh haji yang memungkinkan jemaah membeli produk UMKM sebelum keberangkatan, dengan pengiriman langsung ke rumah masing-masing.

Produk yang dikembangkan meliputi kurma lokal dari NTB dan Pasuruan, tasbih, sajadah, hingga aneka produk kerajinan dan makanan khas daerah.

“Tujuannya, jemaah lebih nyaman dan UMKM mendapatkan kepastian pasar,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, Kemenhaj akan menggelar Expo UMKM Oleh-Oleh Haji di Indonesia dengan pembagian wilayah barat, tengah, dan timur.

Dalam rangka meningkatkan kenyamanan jemaah di Tanah Suci, Kemenhaj juga menyiapkan tenan UMKM di lobi hotel jemaah di Mekkah dan Madinah. Sekitar 280 hotel akan dimanfaatkan sebagai ruang layanan yang menyediakan makanan dan produk khas Indonesia.

Sebagai penguatan kelembagaan, Ditjen PE2HU membentuk tiga fungsi utama, yaitu pengendalian keuangan haji, pengendalian kemitraan, dan pengendalian standardisasi produk, guna memastikan seluruh layanan berjalan tertib, akuntabel, dan berkelanjutan.

Kemenhaj menargetkan platform ekosistem ekonomi haji dapat diluncurkan pada awal Februari, sebagai sarana business matching dan integrasi layanan haji dan umrah berbasis ekonomi nasional.




Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya