Berita

Ketua Dewan Pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono. (Foto: Dok. JMSI)

Nusantara

Jelang HPN 2026, JMSI Kaltim Dorong Pers Adaptif Hadapi Perubahan Perilaku Gen Z

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 23:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) pada 9 Februari 2026 menjadi momentum penting bagi insan pers untuk tidak hanya menjaga kebebasan dan integritas jurnalistik, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan perilaku pembaca, khususnya generasi Z (Gen Z).

Menurut Ketua Dewan Pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono, tantangan utama pers ke depan bukan lagi soal kebebasan semata, melainkan kemampuan media menyesuaikan diri dengan ekosistem digital yang cepat dan pola konsumsi informasi generasi muda.

“Kebebasan pers sudah cukup terjaga. Tantangan sekarang adalah bagaimana pers tetap relevan, bertanggung jawab, dan mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, termasuk menghadapi karakter pembaca Gen Z,” ujar Nidya dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 27 Januari 2026.


JMSI mencermati, Gen Z punya kecenderungan menyukai informasi yang singkat, visual, langsung ke pokok persoalan, serta mudah diakses melalui platform digital. Kondisi ini menuntut media berinovasi tanpa mengorbankan prinsip dasar jurnalistik.

“Gen Z tidak lagi suka berita yang terlalu panjang dan bertele-tele. Tapi itu tidak berarti kualitas boleh turun. Justru tantangannya bagaimana menyajikan berita yang ringkas, cepat, namun tetap akurat dan faktual,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Nidya mengapresiasi langkah JMSI Kaltim yang telah lebih dulu memperkuat kapasitas wartawan melalui Retreat JMSI Kaltim pada 21-22 Januari 2025 di Samboja yang diikuti 25 wartawan lintas daerah dengan asupan materi yang sesuai di situasi saat ini, termasuk pembekalan sertifikasi dan penguatan etika jurnalistik.

Baginya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) wartawan menjadi kunci agar pers mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan preferensi audiens muda.

Maka dari itu, ia menegaskan HPN jangan hanya menjadi perayaan simbolik, tetapi refleksi bagi insan pers untuk membaca perubahan zaman. Digitalisasi bukan ancaman, melainkan peluang bagi media untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kepercayaan publik.

“Sekarang media tidak hanya bersaing soal siapa paling cepat, tapi siapa yang paling dipercaya. Ini penting, terutama bagi Gen Z yang sangat kritis terhadap informasi,” pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya