Berita

Presiden Donald Trump (Foto: Istimewa)

Dunia

Survei Pemilu Amerika 2026: Demokrat Ungguli Republik, Apa Dampaknya Bagi AS?

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 17:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Lembaga survei Amerika Serikat (AS), Silver Bulletin, baru saja meluncurkan jajak pendapat (polling average) untuk pemilu Kongres AS 2026, yang akan terus diperbaharui setiap hari. 

Sejak pertama diluncurkan pada Senin 26 Januari 2026 waktu setempat, lembaga itu akan terus menayangkan perkembangan persaingan menuju pemilu AS paruh waktu. 

Tepat setahun lalu, saat Donald Trump memulai masa jabatan keduanya, Partai Republik berada di atas angin. Kemenangan besar di tahun 2024 memberikan aura optimisme yang kuat. Saat pelantikan Trump, Partai Republik bahkan unggul 3,3 poin dalam survei pilihan partai secara nasional.


Namun, banyak hal berubah dalam setahun. Data terbaru menunjukkan perubahan besar: Popularitas Trump menurun tajam, bahkan kini termasuk presiden paling tidak populer di era modern. Sejumlah pemilihan sepanjang 2025 justru menguntungkan Partai Demokrat. 

Memasuki 2026, upaya Trump untuk meningkatkan popularitasnya juga tidak terlihat menjadi prioritas utama.

Saat ini, rata-rata jajak pendapat menunjukkan Demokrat unggul 5,3 poin. Artinya, terjadi pergeseran hampir 9 poin ke arah Demokrat dalam setahun terakhir. Meski belum sekuat posisi Demokrat menjelang pemilu 2018, hasil ini tetap lebih baik dibandingkan posisi partai oposisi pada siklus pemilu lainnya.

Gambaran dukungan saat ini adalah; Demokrat 47,3 persen dan  Republik 41,8 persen.

Ini menunjukkan Demokrat sementara unggul dalam persaingan menuju Kongres AS 2026.

Sebagai perbandingan, pada 2018 Demokrat unggul 9,3 poin (posisi mereka saat ini sedikit di bawah rekor tersebut).

Bagaimana data ini dihitung? Silver Bulletin menegaskan, setiap survei diberi bobot berdasarkan kualitas lembaga survei, jumlah responden, waktu pelaksanaan, dan seberapa sering lembaga tersebut merilis jajak pendapat. 

Perbedaan kecenderungan antar lembaga survei juga disesuaikan agar hasilnya lebih adil dan akurat.

Singkatnya, peta politik menjelang Pemilu Kongres 2026 terus berubah, dan untuk saat ini, angin tampaknya sedang berembus ke arah Partai Demokrat.

Jika angka 5,3 poin ini bertahan hingga hari pemilu, Demokrat berpeluang besar merebut kendali parlemen. Efeknya luar biasa, yaitu;

1. Rem bagi Trump: Kebijakan anggaran dan undang-undang baru dari Gedung Putih akan sulit lolos tanpa persetujuan Demokrat.

2. Pengawasan Ketat: Parlemen akan memiliki kekuatan untuk melakukan investigasi terhadap kebijakan pemerintah secara lebih berani.

Tahun 2026 bisa menjadi momen "Gelombang Biru" , yaitu kemenangan Demokrat, jika tren ini berlanjut.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya