Berita

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa (kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kiri) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026. (Foto: RMOL/Sarah Alifia)

Politik

DPR Ogah Cawe-cawe di Tengah Isu Reshuffle Kabinet

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan isu reshuffle kabinet yang berhembus menjadi kewenangan presiden sepenuhnya.
 
Hal itu menyusul adanya pergantian Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang kini teh menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). 

Saan Mustopa menegaskan DPR hanya menunggu keputusan resmi presiden terkait perubahan di jajaran wakil menteri, termasuk posisi Wamenkeu. 


"Jadi gini, soal pergantian Wamenkeu karena Pak Thomas menjadi Deputi Gubernur BI, kita nunggu karena itu hak prerogatifnya Presiden. Dan kita serahkan sepenuhnya kepada Presiden kapan mau dilakukan pergantiannya," ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Senada, Cucun menyebut pemerintah membutuhkan kesolidan kedua instrumen tersebut untuk menghadapi potensi guncangan ekonomi. 

"Kita berikan kepercayaan bahwa pemerintah ingin melihat bagaimana antara fiskal dan moneter ini betul-betul solid," politikus PKB tersebut.

Menurutnya, figur deputi Gubernur BI yang baru nantinya diharapkan menjadi penghubung antara kebijakan moneter dan fiskal agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. 

"Sosok tadi Deputi Gubernur BI yang baru sudah dibutuhkan ini akan menjadi perekat nanti akan menjadi mediator katalisator solidnya antara fiskal dan moneter itu diperlukan dalam sebuah negara ketika menghadapi misalkan shock absorber ketika ada goncangan," lanjutnya.

Ia menegaskan DPR tidak akan mendahului keputusan Presiden terkait reshuffle kabinet. Ia menekankan seluruh proses pergantian menteri dan wakil menteri sepenuhnya berada di tangan kepala negara. 

"Kita serahkan Pak Presiden, itu hak prerogatif Presiden," pungkas Cucun.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya