Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Logam Mulia Meroket ke Rekor Tertinggi

SELASA, 27 JANUARI 2026 | 07:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange mencetak sejarah baru, menembus lebih dari 5.000 Dolar AS, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe-haven. 

Lonjakan ini dipicu oleh memanasnya tensi geopolitik, terutama ancaman tarif 100 persen dari Presiden Donald Trump terhadap Kanada, serta ketidakpastian seputar masa depan kepemimpinan The Fed.

Kondisi ini membuat investor berbondong-bondong mengamankan aset mereka ke safe-haven. 


Emas spot melonjak 2 persen menjadi 5.077,22 Dolar AS pada Senin 26 Januari 2026 waktu setempat atau Selasa dini hari WIB. 
Sebelumnya,emas spot sempat menyentuh rekor 5.110,50 Dolar AS.

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari ditutup melesat 2,1 persen ke posisi 5.082,50 Dolar AS per ons.

Tidak hanya emas, harga perak dan platinum juga ikut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Bank sentral dunia pun tetap menjadi pembeli utama demi mengurangi ketergantungan pada dolar AS, sementara permintaan ritel dari Asia dan Eropa terus mengalir deras.

Melihat momentum yang kuat ini, sejumlah lembaga keuangan seperti Societe Generale dan Morgan Stanley optimis bahwa harga emas masih berpotensi naik lebih jauh, dengan target antara 5.700 Dolar AS hingga 6.000 Dolar AS per ons pada akhir tahun ini. 

Harga perak spot turut mencetak rekor baru di 117,69 Dolar AS per ons dan terakhir melambung 10,2 persen ke 113,46 Dolar AS. 

Harga platinum spot menguat 1,8 persen menjadi 2.816,38 Dolar AS per ons setelah sempat menyentuh rekor 2.918,80 Dolar AS.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya