Berita

Banjir di Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu, 18 Januari 2026. (Foto: Dok Warga)

Nusantara

Pemkab Bekasi Larang Developer Bangun Rumah Baru

SENIN, 26 JANUARI 2026 | 17:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melarang pengembang perumahan atau developer membangun rumah baru sebelum masalah banjir teratasi. 

“Hari ini saya memanggil beberapa pengembang. Saya minta tuntaskan dulu banjirnya. Tidak boleh mengembangkan rumah lagi sebelum banjirnya selesai," kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Senin, 26 Januari 2026.

Meski belum ada kejelasan teknis dan detail sanksi, perizinan pengembangan perumahan akan dihentikan untuk sementara.


Untuk saat ini, perizinan kita stop dulu,” tegasnya.

Pemkab Bekasi kini masih melakukan identifikasi dan penyusunan kebijakan dalam upaya mengatasi banjir tahunan. Identifikasi awal, banjir sering terjadi karena tata ruang yang buruk.

“Ya pasti karena tata ruang. Kalau sungai Citarum dan Cikarang Bekasi Laut tinggi, pasti banjir. Berarti ada kesalahan tata ruang yang dari awal tidak diantisipasi,” kata Asep.

Data Pemkab Bekasi, sebagian besar wilayah terdampak banjir merupakan kawasan perumahan. Sebanyak 85 persen perumahan di Bekasi terdampak banjir di 51 desa dan 216 titik.

Banyak kawasan perumahan terbangun di atas wilayah rawan banjir dan mengalami genangan secara rutin. Kondisi tersebut menunjukkan kesalahan perencanaan yang sudah berlangsung lama.

“Ini sudah pada dibangun, banjirnya rutin dan langganan. Saya enggak mau ke depannya seperti ini,” pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya