Berita

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Reuters)

Dunia

Dirjen Tedros Kecam Keputusan AS Tinggalkan WHO

MINGGU, 25 JANUARI 2026 | 12:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengecam keputusan Amerika Serikat untuk menarik diri dari WHO.  

Ia menegaskan alasan yang disampaikan Washington terkait penarikan tersebut tidak benar dan justru membahayakan keamanan global.

"Alasan yang dikemukakan atas keputusan AS menarik diri dari WHO tidak benar. Pemberitahuan penarikan diri tersebut membuat AS dan dunia menjadi kurang aman," tulis Tedros melalui platform media sosial X, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 25 Januari 2026.


Tedros menekankan bahwa AS merupakan salah satu negara pendiri WHO dan selama puluhan tahun telah memberikan kontribusi signifikan terhadap berbagai pencapaian organisasi kesehatan dunia tersebut.  

Ia juga menegaskan WHO selalu berinteraksi dengan AS dan seluruh negara anggota dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan.

"Kami berharap AS akan kembali berpartisipasi aktif dalam WHO di masa depan. Sementara itu, WHO tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan semua negara dalam mencapai misi inti dan mandat konstitusionalnya," tambahnya.

WHO juga membantah klaim Amerika Serikat yang menuding organisasi tersebut gagal menangani pandemi virus corona dan menghambat penyampaian informasi penting secara tepat waktu. WHO menyatakan tetap berdiri pada responsnya terhadap pandemi Covid-19.

Menanggapi tudingan AS bahwa WHO menjalankan agenda yang terpolitisasi dan berpihak pada negara-negara yang bermusuhan dengan kepentingan Amerika, WHO menegaskan hal tersebut tidak benar.  

"Ini tidak benar. Sebagai badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang dipimpin oleh 194 Negara Anggota, WHO selalu dan tetap tidak memihak dan hadir untuk melayani semua negara, dengan menghormati kedaulatan mereka, dan tanpa rasa takut atau bantuan," tegas WHO.

Amerika Serikat secara resmi menyelesaikan proses penarikan diri dari WHO pada Kamis, 22 Januari 2026, mengakhiri hampir 78 tahun keanggotaan setelah melewati masa pemberitahuan satu tahun sesuai ketentuan internasional.

Presiden AS Donald Trump telah lama menjadi pengkritik keras WHO, terutama terkait penanganan awal pandemi Covid-19. Ia menuduh WHO terlalu dekat dengan Tiongkok, menyebarkan informasi yang tidak akurat dari Beijing, serta mempolitisasi krisis kesehatan global.  

Kritik tersebut berakhir pada keputusan penarikan AS dari WHO pada tahun 2025, yang secara resmi mengakhiri pengakhiran dan pendanaan AS setelah hampir delapan dekade.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya