Berita

Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Enrique Antonio (Foto: RMOL/Teguh Santosa)

Dunia

Venezuela Resmi Luncurkan Kampanye “Bring Them Back”

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 17:46 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Venezuela resmi meluncurkan kampanye internasional bertajuk "Bring Them Back" untuk menggalang dukungan global bagi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang saat ini ditahan pemerintah Amerika Serikat. 

Kampanye tersebut ditujukan untuk membangun solidaritas internasional sekaligus mengecam tindakan Washington yang dinilai melanggar kedaulatan Venezuela.

Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Enrique Antonio, menegaskan bahwa kampanye Bring Them Back terbuka bagi semua pihak yang ingin menyatakan simpati dan dukungan. 


“Kami mengundang semua pihak dari berbagai kalangan yang bersimpati pada kami dan mengecam serangan AS yang melanggar kedaulatan negara kami dan melanggar hukum internasional,” ujarnya dalam konferensi pers di Kedutaan Venezuela, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dukungan internasional akan dikumpulkan dalam bentuk surat dan pernyataan resmi. 

“Surat-surat dukungan dapat dikirimkan kepada kami, dan akan kami kumpulkan untuk dipublikasikan kepada masyarakat Internasional agar mereka menyadari bahwa tindakan mereka dikecam masyarakat internasional,” paparnya, seraya menambahkan bahwa surat-surat tersebut juga akan disampaikan langsung kepada Maduro dan Flores di tahanan.

Dalam konferensi video pada Kamis malam, 15 Januari 2026,  Putra Maduro yakni Nicolás Maduro Guerra mengumumkan kampanye Bring Them Back yang dijalankan di seluruh perwakilan diplomatik Venezuela di dunia.

Ia turut mengusulkan pemasangan penghitung waktu penculikan di setiap kedutaan dan konsulat untuk mengingatkan berapa lama Presiden Venezuela berada dalam tahanan AS. 

“Kita akan mengambil pukul 2 pagi tanggal 3 Januari sebagai referensi. Sehingga semua orang tahu berapa hari, berapa jam Nicolás Maduro dan Celia Flores telah diculik,” jelasnya.

Maduro dan Flores ditangkap oleh otoritas Amerika Serikat dalam sebuah operasi besar pada 3 Januari 2026. 

Pemerintah AS menuduh keduanya terlibat dalam jaringan kartel dan narko-terorisme yang disebut membanjiri Amerika dengan narkotika. Atas tuduhan tersebut, Maduro dan sang istri kini ditahan di penjara federal AS di Brooklyn, New York.

Pemerintah Venezuela menolak keras seluruh tuduhan tersebut dan menyebut penangkapan itu sebagai aksi sepihak yang setara dengan penculikan. 

Caracas menilai tuduhan terhadap Maduro dan Flores hanyalah dalih politik yang dibuat-buat untuk membenarkan intervensi AS terhadap negara berdaulat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya