Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan Raja Inggris Charles III (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Kunjungan Prabowo ke Inggris Harus Bawa Dampak Nyata

KAMIS, 22 JANUARI 2026 | 15:52 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris merupakan langkah diplomatik yang strategis di tengah dinamika geopolitik global. 

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggaraini, menilai Inggris adalah negara yang memiliki pengaruh besar di kancah internasional.

"Inggris tetap menjadi salah satu aktor kunci dalam arsitektur keamanan internasional, baik melalui perannya di NATO, pengaruhnya di kawasan Eropa, maupun jejaring intelijen global yang dimilikinya," katanya dikutip di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.


Amelia mengatakan kunjungan tersebut mencerminkan pendekatan politik luar negeri Indonesia yang pragmatik, berimbang, dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang.

"Terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, fragmentasi tatanan internasional, serta pergeseran pusat kekuatan dunia," katanya.

Dari perspektif Komisi I DPR, terdapat sejumlah langkah strategis yang dapat dan perlu ditindaklanjuti dari kunjungan kenegaraan tersebut. Pertama, penguatan kerja sama pertahanan dan keamanan. 

Amelia mengatakan jika Inggris memiliki kapabilitas unggul dalam pengembangan teknologi pertahanan, modernisasi alutsista, serta sistem keamanan siber dan intelijen.

"Indonesia dapat memanfaatkan kemitraan ini untuk mendukung transformasi postur pertahanan nasional, termasuk peningkatan interoperabilitas dan kapasitas industri pertahanan dalam negeri," katanya.

Kedua, ialah pendalaman dialog strategis di bidang geopolitik dan keamanan kawasan. Ia menilai Inggris masih memiliki pengaruh signifikan dalam merespons dinamika Indo-Pasifik, termasuk isu Laut Cina Selatan, keamanan maritim, dan stabilitas kawasan.

"Indonesia dapat memosisikan diri sebagai mitra strategis yang kredibel sekaligus penyeimbang dalam menjaga stabilitas regional," kata dia.

Kemudian, penguatan diplomasi ekonomi dan teknologi strategis. Mengingat, Inggris merupakan pusat inovasi di bidang teknologi pertahanan, energi terbarukan, dan kecerdasan buatan.

"Kerja sama yang terarah dapat mendukung agenda kemandirian teknologi nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," ujarnya.

Berikutnya adalah kerja sama dalam tata kelola keamanan global dan multilateralisme. Menurutnya, di tengah melemahnya efektivitas institusi internasional, Indonesia dan Inggris dapat memperkuat koordinasi dalam mendorong reformasi tata kelola global yang lebih adil, inklusif, dan berbasis hukum internasional.

"Bila melihat situasi geopolitik yang semakin kompleks, Indonesia perlu aktif membangun jejaring strategis dengan negara-negara kunci dunia, tanpa kehilangan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi fondasi diplomasi Indonesia," tandas Amelia. 

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya