Berita

Anggota Komisi II DPR, Cindy Monica. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Sumbar Perlu Perencanaan Matang Tanggap Bencana

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 11:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Provinsi Sumatera Barat dinilai perlu perencanaan dan penanganan bencana yang lebih matang, menyusul sejumlah bencana yang melanda daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir. 

Anggota Komisi II DPR, Cindy Monica, menegaskan bahwa respon cepat penting, tetapi ketahanan infrastruktur dan perencanaan jangka panjang menjadi kunci agar kerugian tidak berulang di titik yang sama.

“Kita tidak hanya perlu respon cepat dalam menangani bencana, tetapi juga ketahanan perencanaan dan pembangunan negara dalam menghadapi bencana di lokasi yang sama,” ujar Cindy kepada wartawan, Selasa, 20 Januari 2026.


Legislator asal Sumbar itu mencontohkan Jalan Raya Lembah Anai, penghubung vital antara Kota Padang dan Bukit Tinggi, yang dalam dua tahun terakhir rusak tiga kali akibat longsor dan banjir, dengan biaya perbaikan mencapai lebih dari Rp1,7 triliun.

Cindy juga mengapresiasi penunjukan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang mulai menata koordinasi penanganan bencana secara lebih terstruktur. 

Namun, ia menyoroti lambatnya eksekusi di lapangan, di mana masih terdapat 792 pengungsi di Padang Pariaman dan sekitar 1.500 pengungsi di Agam, sementara hunian sementara belum rampung.

“Per hari ini hunian sementaranya itu belum selesai. Situasi diperberat dengan ketidakjelasan dana tunggu hunian, yang seharusnya Rp600 ribu per keluarga per bulan. Masyarakat masih kebingungan siapa yang berhak menerima, berapa besarannya, dan kapan dicairkannya,” jelasnya.

Selain itu, Cindy juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis budaya dan komunikasi yang tepat dalam program relokasi masyarakat dari zona rawan bencana. 

Legislator Partai Nasdem ini mengingatkan agar relokasi dilakukan dengan sensitif, tetapi tegas, sambil memastikan tidak ada ruang bagi praktik mafia tanah.

“Beberapa warga menyampaikan kepada saya, mereka memohon jangan direlokasi. Tapi tentu kita sebagai negara harus tegas karena nyatanya mereka tinggal di zona merah yang sangat rawan bencana,” katanya.

Lebih jauh, Cindy juga menekankan perlunya kebijakan fleksibilitas fiskal daerah agar kepala daerah dapat merespons bencana secara cepat tanpa hambatan birokrasi, terutama di wilayah rawan bencana seperti Sumatra Barat.

“Pemotongan sepihak tanpa mempertimbangkan risiko tahunan justru melemahkan kapasitas negara sebagai garda terdepan dalam pemulihan bencana,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya