Berita

Prof. Dr. Drs. KH. Mujar Ibnu Syarif, S.H., M.Ag menyampaikan orasi ilmiah pengukuhan sebagai Guru Besar Bidang Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Politik

Guru Besar UIN: Mamdani Buka Jalan Baru Politik Minoritas Muslim di AS

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 00:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Politik Amerika Serikat kembali mencatat sejarah. Zohran Mamdani, seorang Muslim, sukses menembus tembok kekuasaan dengan terpilih sebagai Wali Kota New York City. Peristiwa ini dinilai sebagai tonggak baru politik minoritas.

Penilaian itu datang dari Prof. Dr. Drs. KH. Mujar Ibnu Syarif, S.H., M.Ag. Dalam orasi ilmiah pengukuhan sebagai Guru Guru Besar Bidang Hukum Ketatanegaraan Islam Perbandingan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mujar menyebut kemenangan Mamdani sebagai kejutan besar yang mengguncang peta politik Amerika.

"Mamdani adalah profil paling otentik dan menantang di tengah kenyataan politik Amerika yang selama ini belum ramah terhadap kepemimpinan Muslim,” kata Mujar di Auditorium Harun Nasution, Rabu, 14 Januari 2026.


Menurutnya, terpilihnya Mamdani menandai babak baru partisipasi politik kaum minoritas Muslim di Negeri Paman Sam. Selama lebih dari dua abad sejarah New York, belum pernah ada Muslim yang menduduki posisi tertinggi di kota terbesar Amerika Serikat itu.

“Ini sejarah. Mamdani menjadi Muslim pertama yang memimpin New York City,” tegasnya.

Tak heran, kemenangan Mamdani disebut-sebut sebagai salah satu kejutan politik terbesar di New York. Dewan Hubungan Amerika?"Islam (CAIR) yang bermarkas di Washington DC bahkan menilai peristiwa ini sebagai jalan baru politik Muslim minoritas di Amerika Serikat.

Dalam pidato berjudul “Partisipasi Politik Minoritas Menurut Perspektif Hukum Tata Negara Islam Perbandingan dan Relevansinya dalam Konteks Indonesia dan Singapura”, Mujar juga menyinggung ketimpangan hak politik minoritas di sejumlah negara Muslim.

Ia mencontohkan Tunisia, Yordania, dan Pakistan. Di negara-negara tersebut, warga non-Muslim masih belum bisa menikmati hak politik secara penuh, termasuk mencalonkan diri sebagai presiden.

“Ini masih menjadi kegelisahan akademik hingga hari ini,” ujarnya.

Karena itu, Mujar mendorong negara-negara dengan kondisi serupa Indonesia dan Singapura untuk lebih berani merajut kebijakan politik yang egaliter. Negara, kata dia, harus menjamin hak politik seluruh warga tanpa melihat agama.

“Minoritas harus diperlakukan setara. Mereka berhak mendapat ruang dan kesempatan yang sama dalam politik,” pungkasnya.

Pengukuhan Mujar sebagai guru besar berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka UIN Jakarta yang juga dihadiri Rektor Prof. Asep Saepudin Jahar, Ketua Senat Prof. KH. Dede Rosyada, serta jajaran pimpinan kampus.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya