Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Ekonomi Utama ASEAN Terancam Melambat di 2026

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 14:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah negara dengan perekonomian terbesar di kawasan ASEAN diperkirakan akan menghadapi perlambatan pertumbuhan pada 2026.

Dalam sebuah laporan yang dikutip dari Dow Jones Newswires, ekonom OCBC menyebut Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam berpotensi mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Faktor utama perlambatan ini berasal dari melemahnya kinerja ekspor ke Amerika Serikat, seiring berkurangnya dampak frontloading yang sebelumnya sempat mendorong lonjakan aktivitas perdagangan.


Dari sisi domestik, permintaan dalam negeri di Malaysia dan Vietnam diproyeksikan tetap bertahan, meski tidak sekuat pada 2025. Sementara itu, pemulihan ekonomi Indonesia dan Filipina dinilai akan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan konsumen serta pelaku usaha.

Adapun Thailand menghadapi tantangan tersendiri. Rencana penyelenggaraan pemilihan umum berpotensi memicu ketidakpastian politik yang dapat menekan permintaan domestik dan menahan laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut pada 2026.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya