Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

IHSG Sesi I Siang Ini Parkir di Level 8.884

SELASA, 13 JANUARI 2026 | 13:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia menutup perdagangan sesi I hari ini, Selasa 13 Januari 2026 dengan kondisi yang cenderung mendatar. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah, namun dengan penurunan yang sangat tipis (0,00 persen) di level 8.884. Meski indeks utama terlihat "jalan di tempat", perputaran uang di pasar cukup deras mencapai Rp19,3 triliun dengan lebih dari 39 miliar lembar saham berpindah tangan.

Secara keseluruhan, jumlah saham yang menguat, yaitu 359 saham, sebenarnya lebih banyak dibandingkan yang melemah, yaitu 313 saham. 


Sektor industri menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan tajam 2,53 persen, disusul oleh sektor bahan baku. Sebaliknya, sektor energi dan barang sekunder (konsumsi) justru menjadi pemberat yang menahan laju indeks siang ini.

Berbeda dengan IHSG yang stagnan, deretan saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ45 justru tampil meyakinkan dengan kenaikan 0,83 persen. Indeks LQ45 adalah sekumpulan saham yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia yang memiliki likuiditas tinggi.

Hal serupa juga terjadi pada indeks saham syariah (JII) dan indeks IDX30 yang semuanya kompak berakhir di zona hijau pada siang ini.

Di sisi lain, mata uang Rupiah siang ini terpantau sedikit melemah 0,10 persen ke level Rp16.871 per Dolar AS. 

Sementara itu, beberapa saham mencatatkan penurunan cukup dalam, di antaranya VICI yang merosot hampir 15 persen dan NINE yang turun sekitar 9,8 persen. 

Cipta Sarana Medika (DKHH) turun 9,48 persen, Folago Global Nusantara (IRSX) turun 8,55 persen, dan Rukun Raharja (RAJA) turun 7,69 persen. 

Investor tampaknya masih bersikap hati-hati sambil memantau perkembangan ekonomi domestik di paruh kedua hari ini.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya