Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Dok. PDIP)

Politik

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

MINGGU, 11 JANUARI 2026 | 15:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP dinilai menjadi ruang penting untuk membaca ulang peta politik Jawa Tengah. 

Menurut Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, pernyataan Ketua Umum PSI Kaesang yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai basis elektoral baru menempatkan PDIP pada situasi strategis.

“Apakah PSI diposisikan sebagai lawan langsung, atau justru bagian dari dinamika kekuasaan yang lebih besar bersama Gerindra,” kata Arifki kepada wartawan, Minggu, 11 Januari 2026.


Arifki menilai, Jawa Tengah selama ini bukan hanya lumbung suara PDIP, tetapi juga basis simbolik dan organisatoris. Karena itu, setiap pernyataan politik yang menyasar wilayah Jateng termasuk dari PSI perlu dibaca secara struktural, bukan sekadar kompetisi elektoral biasa. 

“PSI dinilai membawa narasi pembaruan dan kedekatan dengan kekuasaan pusat, yang secara psikologis dapat mengganggu persepsi dominasi lama,” kata dia.

Namun demikian, Arifki melihat bahwa ancaman utama terhadap PDIP di Jawa Tengah tidak bisa dibaca tunggal. Di balik ekspansi PSI, terdapat Partai Gerindra sebagai partai penguasa yang memiliki sumber daya, jejaring elite, dan kontrol agenda nasional. Dalam pembacaan ini, PSI lebih tepat dipahami sebagai variabel baru, sementara Gerindra tetap menjadi faktor struktural yang menentukan.

“PSI menguji ruang simbolik, Gerindra menguji struktur kekuasaan. Keduanya berbeda level, tetapi saling berkaitan,” ujar Arifki.

Ia menambahkan, Rakernas PDIP menjadi penting karena akan memperlihatkan prioritas respon politik partai. Jika Rakernas menekankan konsolidasi kader, penguatan basis akar rumput, dan komitmen terhadap Pilkada langsung, maka sinyalnya PDIP sedang memperkuat pertahanan struktural menghadapi kekuatan besar. 

Sebaliknya, kata Arifki, jika narasi lebih diarahkan pada adu simbol dan citra, maka PSI kemungkinan dibaca sebagai lawan yang perlu direspons lebih cepat.

Arifki juga menilai, sikap PDIP di tingkat nasional akan sangat memengaruhi pembacaan ini. PDIP yang memilih oposisi tegas cenderung menjaga Jawa Tengah sebagai basis politik utama. Sebaliknya, jika PDIP masih membuka ruang kompromi nasional, maka fokus pertahanan daerah berpotensi terbagi, memberi ruang kompetisi yang lebih terbuka.

Menurut Arifki , Rakernas PDIP 2026 tidak semata berbicara tentang arah nasional menuju 2029, tetapi juga tentang bagaimana PDIP mengklasifikasikan ancaman politik di kandang sendiri. 

“Apakah Jawa Tengah diperlakukan sebagai wilayah yang sudah aman, atau justru sebagai medan kontestasi baru yang menuntut strategi berbeda?” ujarnya. 

“Dalam politik, perubahan besar sering diawali bukan oleh kekalahan, tetapi oleh kelengahan membaca perubahan peta,” demikian Arifki.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya