Berita

Aplikasi Grok (RMOL/Reni Erina)

Tekno

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

SABTU, 10 JANUARI 2026 | 10:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Startup kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, mulai membatasi sebagian fitur pembuatan dan pengeditan gambar pada chatbot Grok di platform media sosial X, menyusul gelombang kritik luas terkait penyalahgunaan AI untuk membuat gambar bernuansa seksual tanpa persetujuan.

Sebelumnya, pengguna dapat meminta Grok di X untuk mengedit foto orang lain, termasuk menghilangkan pakaian atau mengubah pose menjadi bersifat seksual. Gambar-gambar tersebut kemudian otomatis dipublikasikan sebagai balasan di X, memicu kemarahan publik dan regulator.

Mulai Jumat, 9 Januari 2026, Grok mengumumkan bahwa fitur pembuatan dan pengeditan gambar kini hanya tersedia bagi pengguna berbayar di X. Langkah ini dinilai dapat menghentikan praktik Grok yang secara otomatis membuat dan memposting gambar semacam itu sebagai respons terhadap unggahan pengguna.


Namun, pembatasan ini belum sepenuhnya menutup celah. Pengguna masih bisa membuat gambar serupa melalui tab Grok di dalam X -- tempat pengguna berinteraksi langsung dengan chatbot -- lalu mengunggahnya sendiri. Selain itu, aplikasi Grok versi terpisah yang tidak terhubung langsung dengan X juga masih memungkinkan pembuatan gambar tanpa perlu berlangganan.

Musk sebelumnya menegaskan bahwa siapa pun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan menghadapi konsekuensi yang sama seperti jika mereka mengunggah materi ilegal secara langsung ke platform.

Komisi Eropa menilai langkah ini belum cukup. Mereka menegaskan bahwa persoalan utamanya bukan soal berbayar atau tidak, melainkan keberadaan konten tersebut.

“Membatasi pembuatan dan pengeditan gambar hanya untuk pelanggan berbayar tidak mengubah masalah mendasar kami. Berbayar atau tidak, kami tidak ingin melihat gambar-gambar seperti itu,” ujar juru bicara Komisi Eropa.

Sejumlah pemerintah dan regulator lain juga mengecam kasus ini, bahkan ada yang sudah membuka penyelidikan. Tekanan terhadap X pun meningkat agar platform tersebut menunjukkan langkah nyata dalam mencegah dan menghapus konten ilegal.

Di Jerman, Menteri Media Wolfram Weimer menggambarkan banjir gambar setengah telanjang yang beredar sebagai 'industrialisasi pelecehan seksual'.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya