Berita

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bersama Rizal Ramli. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Intelektual Muda NU: Pelapor Pandji ke Polisi Khianati Tradisi Humor Gus Dur

JUMAT, 09 JANUARI 2026 | 05:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Sutisna menyayangkan adanya laporan ke polisi terhadap komika Pandji Pragiwaksono yang dilakukan Angkatan Muda NU.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tanggal 8 Januari 2026.                    

Menurut Sutisna, pelaporan yang menyeret nama NU itu tidak sejalan dengan pemikiran serta tindakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dikenal sebagai ulama kharismatik dan suka humor.  


“Ini mengkhianati tradisi humor Gus Dur. Gus Dur menjadikan humor sebagai alat kritik dan diplomasi. Kelompok yang melaporkan Pandji seolah lupa pada akar tradisi NU yang santai, inklusif, dan tidak baperan terhadap satire,” kata Sutisna kepada RMOL di Jakarta, Kamis malam, 8 Januari 2026.

Lanjut dia, pelaporan itu juga menjadi politisasi label NU. Sutisna menyebut nama NU yang bersifat keramat dan sakral kini seakan-akan ternoda dengan sikap antikritik.
 
“Menggunakan embel-embel ‘Angkatan Muda NU’ untuk kepentingan pragmatis atau sekadar mencari panggung (pansos) merupakan tindakan yang tidak etis dan cenderung mencemari independensi organisasi,” pungkas Sutisna.

Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid sebelumnya telah membuat laporan ke polisi terkait candaan Pandji dalam Mens Rea yang dianggap memfitnah NU.

“Kami melaporkan dugaan merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Ini berpotensi memecah belah bangsa," jelas Rizki. 

Dalam salah satu materinya, Pandji menyinggung soal politik balas budi dan konsesi tambang untuk ormas, termasuk NU dan Muhammadiyah.

"Ada yang ngerti politik balas budi? 'Gue kasih lo sesuatu, tapi lo kasih gue sesuatu lagi'. Emang lo pikir kenapa NU dan Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira?" ujar Pandji dalam special show-nya.

"Karena diminta suaranya, 'gue kasih sesuatu lo suka', happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah. Dan, biar kita adil, sebenarnya tidak hanya ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak," tambah Panji dikutip dari salah satu materinya.


Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya