Berita

Menteri Agama Nasaruddin Umar dianugerahkan Gelar Kehormatan Adat dari Kesultanan Buton. (Foto: Kemenag)

Politik

Menteri Agama Diberi Gelar Kehormatan Adat dari Kesultanan Buton

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 16:34 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Agama Nasaruddin Umar dianugerahkan Gelar Kehormatan Adat dari Kesultanan Buton pada Kamis, 8 Januari 2026. Gelar kehormatan yang disematkan kepada Menag adalah Mia Ogena I Sara Agama.

"Mia Ogena bermakna orang besar atau pembesar negeri, sedangkan I Sara Agama bermakna urusan pemerintahan di bidang keagamaan. Dengan demikian, Mia Ogena I Sara Agama dimaknai sebagai pembesar negeri yang mengemban dan memimpin urusan pemerintahan di bidang keagamaan," jelas Kapitalau Aukanoyo Kesultanan Buton, La Ode Hasmin Ilimi dalam prosesi penganugerahan di Baruga Keraton Buton, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

La Ode Hasmin menambahkan, seorang Mia Ogena dituntut memiliki sifat tabligh, siddiq, fathanah, dan amanah, serta menjadikan seluruh gerak langkah, ucapan, dan perilakunya sebagai wujud pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara, dengan menjunjung tinggi ketaatan kepada Allah, kecintaan kepada Rasul-Nya, dan kebanggaan terhadap agama yang dianut.


Prosesi penganugerahan disaksikan oleh Sultan Buton La Ode Muhamad Kariu, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Wali Kota Baubau Yusran Fahim, Bupati Buton Selatan Muhammad Adios, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara Mansur, serta Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau Khairiyati Rahmah.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan rasa haru dan kerendahan hati atas penganugerahan gelar adat tersebut. 

“Dalam hati saya bertanya, apakah saya pantas menerima gelar yang begitu besar dan berat ini. Secara pribadi, saya merasa mungkin bukan orang yang paling pantas. Namun saya memahami bahwa ini adalah bentuk harapan dan ekspektasi dari Yang Mulia Paduka Sultan dan masyarakat Buton,” ujar Menag.

Pada kesempatan tersebut, Menag juga menyampaikan kedekatannya dengan masyarakat Buton. Ia menyampaikan bahwa sebagai wujud kecintaan, ia telah mendirikan Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Pulau Buton yang kini menampung hampir 500 santri.

Menag juga menegaskan keistimewaan Buton sebagai wilayah yang memiliki sejarah penting dalam perkembangan Islam di Nusantara. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga tradisi keislaman dan budaya Buton, memperkuat ibadah, serta memakmurkan masjid.

“Ukuran keberhasilan seorang Menteri Agama bukanlah penghargaan, melainkan semakin dekatnya umat dengan ajaran agamanya,” tandasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya