Berita

Ilustrasi (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Hindustan Times)

Dunia

AS Sita Kapal Tanker Minyak Terkait Venezuela dan Rusia

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat (AS) menyita dua kapal tanker minyak yang dikenai sanksi dan diduga terkait dengan Venezuela, setelah pengejaran panjang di kawasan Atlantik Utara dan Karibia.

Dikutip dari 9News, Kamis, 8 Januari 2026, salah satu kapal bernama Bella 1 sebelumnya telah dijatuhi sanksi oleh AS pada 2024 karena beroperasi dalam apa yang disebut sebagai "armada bayangan" yang mengangkut minyak secara ilegal. 

Komando Eropa AS menyatakan pada Rabu bahwa kapal tersebut disita akibat pelanggaran sanksi AS, setelah berupaya menghindari blokade Amerika dan dikejar hingga perairan antara Skotlandia dan Islandia.


Kapal itu sempat berganti nama menjadi Marinera dan mengibarkan bendera Rusia. Namun, AS tidak mengakui klaim tersebut dan menganggap kapal tersebut tidak memiliki kewarganegaraan.

Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa Rusia sempat mengerahkan aset angkatan laut dan kapal selam untuk melindungi Bella 1, meski tidak jelas seberapa dekat posisi mereka saat penyitaan dilakukan. Berdasarkan data pelacakan MarineTraffic, kapal tersebut disita sekitar 305 kilometer di selatan Islandia.

Selain itu, AS juga menyita satu kapal tanker lain di kawasan Karibia yang dianggap tidak memiliki kewarganegaraan dan diduga melakukan aktivitas ilegal.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menegaskan langkah tegas tersebut melalui media sosial. “Para penjahat dunia telah diberi peringatan. Kalian bisa lari, tetapi kalian tidak bisa bersembunyi,” ujarnya.

Gedung Putih menegaskan bahwa Presiden Donald Trump tidak gentar, meskipun tindakan ini berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Rusia dan China.

“Dia akan menegakkan kebijakan yang terbaik untuk Amerika Serikat, termasuk memberlakukan embargo terhadap semua kapal armada gelap yang secara ilegal mengangkut minyak,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

AS diketahui telah membuntuti Bella 1 sejak kapal tersebut berada di dekat Venezuela. Dalam operasi itu, AS mengerahkan pesawat pengintai P-8, kapal penjaga pantai, serta dukungan militer dari Inggris, sebelum akhirnya kapal tersebut disita di Atlantik Utara.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya