Berita

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama Joko Widodo. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Politik

Demokrat: Hubungan Jokowi dengan SBY Sangat Baik

KAMIS, 08 JANUARI 2026 | 02:22 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRAINS) DPP Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam menyatakan dampak dari fitnah yang dilakukan empat akun media sosial terhadap Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sangat luas.

Hal itu diutarakan Umam dalam acara Head to Head With Elvira berjudul “Dituding Dalang Kasus Ijazah Jokowi, Demokrat Lapor Polisi” dikutip dari kanal YouTube CNN, Rabu malam, 7 Januari 2026. 

“Hubungan Pak Jokowi dengan Pak SBY sangat baik, sangat menghormati, saling supportive dan kalau misalnya ini dibiarkan, spekulasinya ke mana-mana. Saya pikir itu akan destruktif dan kita tidak ingin itu terjadi,” tegas Umam.


Empat akun yang dilaporkan Partai Demokrat ke Polda Metro Jaya yakni akun YouTube @AGRI FANANI, @Bang bOy YTN, dan @KajianOnline, serta satu akun TikTok @sudirowibudhiusmp.

Lanjut Umam, laporan ke polisi yang sebelumnya turut dilayangkan somasi sebenarnya dilakukan untuk membuka ruang komunikasi dan tabayun.

“Ada yang meminta maaf, kemudian memiliki kesediaan hati untuk men-takedown materi-materi yang sebenarnya tidak begitu logic, tetapi proses ini proliferasinya ke mana-mana,” ungkap dia.

Ia pun sangat heran ada materi dalam akun tersebut yang menyebutkan adanya kolaborasi antara SBY dengan Megawati Soekarnoputri untuk menjatuhkan Jokowi. 

“Kita juga agak unik, ini bagaimana ceritanya? Seorang Bu Mega kemudian berkolaborasi dengan Pak SBY untuk ngerjain Pak Jokowi. Ada pakem-pakem di dalam etika dan juga fatsun politik yang tidak memungkinkan itu terjadi,” tandasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya