Berita

Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Papua, Dr. Rasyid T. Mayang. (Foto: Istimewa)

Politik

Rasyid T. Mayang:

Gus Salam Layak jadi Ketum PBNU

RABU, 07 JANUARI 2026 | 14:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Solusi untuk mengakhiri konflik di tubuh Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) yakni dengan mengganti kepemimpinan. 

Dari sekian banyak tokoh, Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Papua, Dr. Rasyid T. Mayang menilai KH Abdussalam bin Shohib Bishri atau Gus Salam dirasa cocok memimpin NU menggantikan rezim PBNU saat ini.

"NU harus didekatkan kembali, bahkan kepemimpinan NU dikembalikan kepada dzurriyah pendiri agar dijalankan secara baik dan benar sesuai pewarisan ilmu, spiritualitas, landasan semangat, ajaran dan keteladan. Walau demikian, bukan berarti NU itu menjadi milik dan dipimpin oleh dinasti," jelasnya, Rabu, 7 Januari 2026.


Rasyid yang juga Wakil Ketua PWNU Papua menyesalkan konflik berkepanjangan di tubuh PBNU yang melibatkan elite pimpinan, namun tak kunjung diselesaikan melalui mekanisme konstitusional yang telah disepakati para sesepuh NU. Padahal, kata dia, jalan keluar melalui Muktamar telah lama diarahkan secara jelas.

"Walaupun secara pribadi, saya tetap memilih MLB, memaksa berakhir karena konflik dan kerusakannya terlalu dalam bagi NU, dan (mosi) tidak lagi percaya kepada PBNU," ucapnya.

Ia mengaku konflik tersebut sangat menyakitkan, terlebih ketika PBNU dinilai mengabaikan para penggerak NU di Papua yang selama ini berjuang memperluas eksistensi jam’iyyah di wilayah dengan tantangan geografis, sosial, dan politik yang berat. PBNU, menurutnya, terlalu berfokus pada administrasi dan birokrasi, namun abai pada kompleksitas dakwah NU di Papua.

Ia menegaskan nilai-nilai dakwah Gus Dur seperti persatuan, toleransi, dan keterbukaan menjadi kunci diterimanya NU di Papua. Namun nilai-nilai tersebut dinilai rusak akibat konflik internal PBNU dan pembongkaran kepengurusan NU Papua.

Rasyid menilai pimpinan PBNU saat ini telah kehilangan kharisma dan keteladanan sebagai pemimpin organisasi keagamaan. Konflik terbuka dan saling serang verbal dinilainya jauh dari nilai luhur yang diwariskan para pendiri NU.

Alasan mendukung Gus Salam, kata Rasyid, berangkat dari pengenalannya terhadap kepribadian dan integritas Gus Salam yang dinilainya matang, berilmu, dan berakar kuat pada tradisi pesantren serta garis keturunan pendiri NU.

"Kenapa Gus Salam? Saya mengenal dan memahami kepribadiannya saat bertemu langsung di Surabaya, selebihnya berkomunikasi melalui platform media sosial. Dari kualitas pribadi Gus Salam, saya berkesimpulan bahwa orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan. Tapi mereka dibentuk oleh kesulitan, tantangan dan pengorbanan," tuturnya.

Ia juga menilai kegelisahan Gus Salam terhadap kondisi pesantren dan jam’iyyah NU sangat beralasan, karena pesantren merupakan penopang utama kehidupan NU. Bagi Gus Salam, santri adalah investasi masa depan NU sekaligus penjaga ASWAJA dan NKRI.

Rasyid menilai pemecatan Gus Salam oleh PBNU pada 2023 justru menunjukkan konsistensi sikap dan keberaniannya menjaga prinsip. Gus Salam disebut tetap memilih jalur ishlah jam’iyyah melalui dialog, silaturahmi pesantren, dan Musyawarah Kubro, dengan mengedepankan restu masyayikh dan sesepuh NU.

"Untuk Gus Salam saya berharap ketika menjadi Ketua Umum PBNU kelak, supaya lebih perhatian dan bijaksana dalam mengembangkan jam’iyyah Nahdlatul Ulama di wilayah Indonesia Timur dan wilayah tapal batas Indonesia," harapnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya