Berita

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. (Foto: Setpres)

Politik

Prabowo Diminta Hati-hati Sikapi Koalisi Permanen

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 20:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Isu pembentukan koalisi permanen perlu disikapi Presiden Prabowo Subianto dengan kehati-hatian.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menuturkan, pernyataan para elite politik harus direspons dengan penuh perhitungan, terutama terkait isu pembentukan koalisi permanen.

"Praktik politik di Indonesia sangat pragmatis," ujar Efriza kepada Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Selasa, 6 Januari 2026.


Menurutnya, teori pembentukan koalisi kerap memakai argumentasi kesamaan tujuan, baik dalam berpolitik maupun dalam menjalankan roda kekuasaan.

"Keselarasan pandangan saja belum cukup untuk membentuk koalisi permanen, karena komitmen elite-elite partai politik tak bisa dipercaya," tutur Efriza.

Pandangan tersebut diperkuat dengan memerhatikan pengalaman terdahulu. Ketika mendekati pemilihan presiden (Pilpres), kata dia, konstelasi politik mudah berubah dan akan memengaruhi komposisi koalisi yang akan terbentuk.

"Dinamika isu dan kepemimpinan juga seringkali mewarnai kericuhan koalisi, apalagi kepentingan elektoral, pemilihan figur, dan distribusi kekuasaan seringkali lebih menentukan keberlanjutan koalisi," urainya.

Pada dasarnya, pembentukan koalisi permanen bukan hal yang mustahil meski memerlukan sejumlah syarat agar tidak menjadi drama politik yang kerap berujung kekisruhan.

"Koalisi permanen baru benar-benar terwujud jika kesamaan cara pandang tersebut dilembagakan dalam kesepakatan politik yang jelas, mekanisme resolusi konflik, serta komitmen elite lintas periode, bukan sekadar kesamaan sikap sesaat pada isu-isu tertentu," tutup Efriza.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ketika Gerakan Sosial Baru Menggugat Tatanan Politik

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:15

Ada Demo Mahasiswa, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:00

Cegah Perpecahan, Bagusnya Gibran Mundur

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:38

Ada Indikasi Dendam Politik di Balik Wacana Pelengseran Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:24

Legislator PKB Serahkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Majalengka

Senin, 19 Oktober 2026 | 23:01

Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Tembus Rp3.923 Triliun

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:58

Ferry Juliantono Terpilih Jadi Presiden Syarikat Islam

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:53

Masyarakat Adat Wanam Merauke Butuh Pelatihan Pertanian Berkelanjutan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:45

BEM-KSI Gelar Silaturahmi ke PBNU dan Beri Apresiasi ke Gus Gudfan

Senin, 19 Oktober 2026 | 22:29

Selengkapnya