Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Konflik Venezuela Dipastikan Tak Ganggu Stok Bahan Bakar Indonesia

SELASA, 06 JANUARI 2026 | 07:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membawa kabar baik: Pasokan BBM di Indonesia dipastikan tetap aman. Meskipun situasi global sedang bergejolak, pemerintah menegaskan bahwa ketahanan energi nasional saat ini belum goyah. 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas. Hal ini dikarenakan struktur pengadaan minyak mentah (crude oil) Indonesia tidak bersandar pada produksi Venezuela, melainkan berasal dari wilayah lain yang cenderung lebih stabil. 

“Kita sumber crude-nya itu bukan dari sana. Jadi dari wilayah lain. Jadi masih stabil,” kata Laode. 


Penegasan ini disampaikan Laode sesaat setelah menutup Posko Nasional Sektor ESDM Nataru 2025-2026 di Jakarta, Senin 5 Januari 2026.

Meski kondisi saat ini terkendali, ia memastikan pemerintah tetap dalam posisi siaga untuk memantau fluktuasi harga minyak dunia yang mungkin terdampak secara tidak langsung.

“Antisipasi itu selalu ada,” tekannya. 

Kondisi keamanan aset negara di luar negeri pun turut menjadi perhatian. PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), yang memegang saham mayoritas di Maurel & Prom (M&P) dengan aset di Venezuela, melaporkan bahwa operasional mereka masih berjalan normal. 

Hingga detik ini, tidak ada laporan mengenai gangguan terhadap aset maupun staf di lapangan. Sebagai langkah preventif, Pertamina terus menjalin komunikasi intensif dengan KBRI di Caracas demi memastikan keselamatan personel dan keberlangsungan investasi Indonesia di sana.

Di balik riuh rendah isu internasional tersebut, pemerintah justru tengah menyiapkan lompatan besar menuju kemandirian energi pada tahun 2026. Fokus utamanya adalah memutus rantai ketergantungan pada impor Solar. Strategi ini bertumpu pada proyek raksasa Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang ditargetkan mulai mengepulkan asap produksinya pada Januari 2026.

Menurut Laode, jika kilang Balikpapan ini beroperasi sesuai rencana, produksi dalam negeri akan mampu mencukupi kebutuhan solar nasional sepenuhnya. Langkah ini diharapkan tidak hanya menghemat devisa negara, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi Indonesia dari guncangan geopolitik global di masa depan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya