Berita

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq saat menjadi pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah di SMP Al-Irsyad Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin 5 Januari 2026. (Foto: Dok. Kemendikdasmen)

Politik

Wamen Fajar: Sekolah Harus Menjadi Tempat Aman dan Menyenangkan

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 20:14 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Momentum awal semester harus dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menggembirakan bagi murid, sekaligus memperkuat literasi dan numerasi sebagai fondasi pembelajaran.

Begitu dikatakan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq saat menjadi pembina upacara pada hari pertama masuk sekolah di SMP Al-Irsyad Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin 5 Januari 2026. 

Fajar menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman secara fisik maupun psikologis bagi seluruh warga satuan pendidikan. 


“Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Murid tidak hanya belajar pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, kepedulian, dan keberanian untuk mencegah kekerasan di lingkungan sekolah,” ujar Fajar.

Pada kesempatan tersebut, Fajar juga menyampaikan kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan mulai diberlakukan pada tahun 2026 untuk jenjang SD dan SMP. 

TKA mencakup mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia dan tidak menjadi penentu kelulusan, melainkan sebagai pemetaan kemampuan akademik murid. 

“Tidak perlu takut dan panik. TKA bukan penentu kelulusan. Hasilnya menjadi peta kemampuan murid dan dapat dimanfaatkan sebagai jalur prestasi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya,” jelasnya.

Selain menghadiri upacara hari pertama sekolah, Fajar juga meninjau pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di SLB Negeri Kota Tegal. 

Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung dukungan sarana pembelajaran digital dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Menurut Fajar, pemanfaatan teknologi pembelajaran seperti IFP di SLB menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pembelajaran yang adaptif, interaktif, dan ramah terhadap beragam kebutuhan murid. 

“Transformasi pembelajaran digital harus menjangkau semua anak, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus. Teknologi seperti Interactive Flat Panel membantu guru menyampaikan materi secara lebih visual, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan belajar murid di SLB,” pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kejagung Sita Dokumen hingga BBE Usai Geledah Kantor Ombudsman

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06

Menkop Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:54

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Dua Mantan Ketua MK Diundang DPR Bahas Isu Revisi UU Pemilu

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:39

Sahroni Dukung Pesan Prabowo agar Rakyat Tidak Kaget

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32

Japto Soerjosoemarno Tuding Wartawan Tukang Goreng Berita

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17

Sahroni Auto Debet Gaji ke Kitabisa hingga Akhir Masa Jabatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:11

Retreat Kepala Daerah Dipertanyakan Usai Maraknya OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01

Selengkapnya