Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Membara: Efek Kejut Penangkapan Maduro ke Pasar Global

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 10:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Peta politik dunia telah mengubah wajah pasar keuangan. Senin pagi ini, dunia investasi dikejutkan oleh lonjakan harga emas yang menembus lebih dari 1 persen hanya dalam hitungan jam. 

Penyebabnya adalah suhu panas di Amerika Latin setelah pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Aksi militer yang disebut-sebut sebagai intervensi paling kontroversial sejak invasi Panama 37 tahun lalu ini, langsung memicu mode "siaga" bagi para pemilik modal. Di tengah ketidakpastian mengenai siapa yang sebenarnya memegang kendali di Venezuela, antara klaim Donald Trump dan perlawanan Wapres Delcy Rodriguez, investor kompak mencari perlindungan. Pilihan jatuh pada instrumen klasik yang tak pernah ingkar janji di masa krisis: emas.


Pada Senin 5 Januar 2026, pukul 08.19 WIB, harga emas spot terbang 1,5 persen ke level 4.395,35 Dola AS per ons. Angka ini kian mendekati rekor abadi yang sempat tercipta di akhir Desember lalu. Fenomena ini sebenarnya adalah kelanjutan dari performa luar biasa emas sepanjang 2025 yang tumbuh 64%, sebuah catatan sejarah yang belum pernah terulang lagi sejak tahun 1979.

Bukan hanya "logam kuning" yang mencuri perhatian. Harga perak pun melesat hingga 4,5 persen. Jika menilik ke belakang, performa perak sepanjang tahun lalu bahkan jauh melampaui emas dengan kenaikan fantastis sebesar 147 persen.

Logam mulia lainnya seperti platinum dan paladium pun tak mau ketinggalan mengikuti arus hijau. Kenaikan serempak ini seolah menegaskan satu pesan dari pasar: ketika kedaulatan sebuah negara dilanggar dan ketidakpastian ekonomi membayangi, aset fisik yang tak memberikan imbal hasil seperti emas justru menjadi yang paling bernilai.

Platinum di pasar spot turut menguat 1,5 persen ke posisi 2.175,15 Dolar AS per ons, setelah pekan lalu mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di 2.478,50 Dolar AS. Sementara itu, paladium naik 0,4 persen menjadi 1.645,0 Dolar AS per ons.

Kini, perhatian pasar tertuju pada dua hal: sejauh mana ketegangan di Venezuela akan berlanjut, dan seberapa berani Federal Reserve memangkas suku bunga di tengah situasi dunia yang makin sulit diprediksi. Bagi para pengamat, selama stabilitas global masih rapuh, kilau emas diprediksi tidak akan meredup dalam waktu dekat.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya