Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Respons Geopolitik Venezuela: Saham Pertahanan Asia Melonjak Tajam

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 09:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pekan pertama tahun 2026 menjadi panggung utama bagi bursa saham Asia untuk menunjukkan kekuatannya. 

Meski dunia sempat dikagetkan oleh berita penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, di New York, para investor di kawasan Asia tampaknya memilih untuk tetap fokus pada optimisme ekonomi awal tahun. Alih-alih tertekan oleh ketegangan geopolitik, pasar saham di Tokyo dan Seoul justru melaju kencang hingga mencetak rekor sejarah baru.

Bursa saham Jepang dan Korea Selatan menjadi bintang utama dalam perdagangan Senin pagi 5 Januari 2025. 


Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak drastis lebih dari 2,6 persen, terbang melewati level 51.600, sebuah angka yang mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa. 

Sentimen serupa terjadi di Korea Selatan, di mana indeks Kospi melompat lebih dari 2 persen dan menyentuh level tertinggi barunya di angka 4.420. 

Kenaikan tajam ini didorong oleh sektor teknologi dan desain chip yang sedang naik daun di awal tahun.

Menariknya, isu ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela tidak memicu kepanikan, melainkan dialihkan menjadi peluang bagi saham-saham sektor militer. 

Di pasar Korea Selatan, saham Hanwha Aerospace melonjak hingga 4 persen, sementara di Jepang, raksasa industri seperti Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries masing-masing melesat di atas 5 persen. Investor tampaknya mengantisipasi peningkatan permintaan di sektor pertahanan seiring memanasnya persepsi risiko global.

Meskipun ada kekhawatiran jangka pendek mengenai pasokan minyak dunia mengingat Venezuela adalah pemegang cadangan minyak terbesar, para analis melihat pasar Asia cukup dewasa dalam mencerna kejutan tersebut. Banyak trader yang lebih memilih memperhatikan potensi penurunan suku bunga global dan kuatnya fundamental perusahaan teknologi dibandingkan risiko politik yang biasanya bersifat sementara.

Di Australia dan negara Asia Tenggara lainnya, pergerakan saham cenderung menguat secara bertahap namun tetap positif. 

Indeks S&P 200 Australia dan bursa-bursa lainnya turut membukukan kenaikan, meski tidak se-agresif Tokyo dan Seoul.

Secara keseluruhan, bursa Asia berhasil membuktikan ketangguhannya di hadapan guncangan global, menutup sesi dengan warna hijau yang dominan dan memberikan sinyal kuat bahwa optimisme "Rally Tahun Baru" masih sangat terasa.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya