Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

RI Serukan Dialog Sikapi Krisis Venezuela Usai Penculikan Maduro

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 02:30 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus mencermati perkembangan yang terjadi di Venezuela usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS). 

“Pemerintah Indonesia terus mencermati dengan saksama perkembangan yang terjadi di Venezuela,” tulis @Kemlu_RI, dikutip redaksi, Minggu malam, 4 Januari 2026.

Sebelumnya, Kemlu juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan. Terutama yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional serta dapat mengganggu stabilitas dan perdamaian kawasan, serta melemahkan prinsip kedaulatan dan diplomasi.


“Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka,” jelas postingan Kemlu.

“Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah juga memonitor keselamatan WNI yang berada di Venezuela. Kemlu menyebutkan, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Caracas secara intensif terus memantau perkembangan situasi terbaru serta kondisi WNI di seluruh wilayah Venezuela.

Tidak hanya mengandalkan laporan dari KBRI Caracas, seluruh perwakilan Indonesia yang berkedudukan di kawasan Amerika Selatan juga turut aktif mengawasi kondisi dan menjamin keselamatan WNI.

Dalam pernyataannya, Kemlu mengimbau kepada seluruh WNI di Venezuela untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Mereka juga didorong untuk terus menjalin komunikasi yang lancar dengan KBRI Caracas guna mendapatkan informasi dan bantuan apabila diperlukan.

Situasi di Venezuela sendiri memanas setelah rakyat setempat dikejutkan oleh sejumlah ledakan dahsyat di beberapa wilayah pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya