Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi BNPB)

Politik

Bapersipil Konsolidasikan Aktivis Tolak Politisasi Bencana

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 15:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Barisan Penggerak Supremasi Sipil (Bapersipil), kelompok yang bergerak di isu kemanusiaan dan persatuan bangsa, menyatakan kesiapan mengambil sikap tegas terhadap upaya politisasi bencana di Sumatera. 

Perwakilan Bapersipil, Rizal Ebiet, menyatakan organisasi ini juga menegaskan komitmennya untuk meluruskan pemahaman sejarah mengenai supremasi sipil di Indonesia.

“Kita akan mengadakan pertemuan koalisi aktivis dan masyarakat dalam rangka  menolak politisasi bencana Sumatra,” kata Ebiet dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 Januari 2026.


Ebiet menjelaskan, Bapersipil sebelum dideklarasikan kepada publik terlebih dulu telah melakukan pemetaan guna mengidentifikasi tokoh-tokoh kunci aktivis 98 yang masih memiliki integritas dan pengaruh di berbagai sektor baik politik, hukum ataupun akademisi. 

Dalam rangkaian itu, kata Ebiet, pihaknya bakal menggelar konsolidasi sekaligus diskusi untuk menguji kembali sejarah supermasi sipil. 

“Menyatukan persepsi apakah ada yang salah dalam perjalanan reformasi kita selama ini,” tutur Ebiet. 

Sejumlah rangkaian kegiatan juga akan dilakukan seperti dialog tanpa baper dan konsolidasi kemah aspirasi kebangsaan serta ikrar gotong royong di Sentul, Hambalang Bogor. 

Sementara itu, pengagas Bapersipil Ade Adriansyah Utama menambahkan bencana bukan ajang saling menyalahkan, melainkan momentum nasional untuk bersatu dan menghadirkan solusi. 

“Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, negara harus hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana secara maksimal. Ini harus diterjemahkan di lapangan melalui kerja nyata dan kolaborasi semua pihak,” tambah Ade. 

Oleh karenanya, sambung Ade, keterlibatan aktif masyarakat menjadi fondasi utama dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan.

“Kami mendorong agar semangat gotong royong terus diperkuat,” pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya