Berita

Gubernur Sumatera Utara Bobby Naution menyalami pejabat eselon dua yang baru dia lantik. (Foto: repro @RMOLSumut)

Nusantara

Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Kepala Dinas di Hari Pertama Kerja 2026

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 12:08 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengawali tahun baru dengan tradisi yang tidak biasa. Menantu Jokowi itu melantik empat pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut, tiga diantaranya kepala dinas.

Pelantikan digelar di hari pertama kerja tahun 2026, Jumat 2 Januari, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan.

Empat pejabat yang dilantik yakni Rahmat Hidayat Siregar sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Nurbaiti Harahap sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Illyan Chandra sebagai Kepala Dinas Sosial, serta Sri Suraiani Purnamawati sebagai Direktur UPTD Khusus RS Jiwa Prof Dr M Ildrem.


"Saya minta bekerja cepat dan tepat karena kita butuh percepatan, khususnya dalam pemulihan pascabencana," tegas Bobby dilansir RMOLSumut.

Bobby menekankan keempat organisasi perangkat daerah yang kini dipimpin orang baru memegang peran strategis dalam penanganan pascabencana. Dinas Perkim bertanggung jawab atas pembangunan hunian tetap, DPMPTSP mengawal pemulihan ekonomi yang terdampak, Dinas Sosial memperkuat perlindungan sosial bagi korban bencana, sementara RS Jiwa berperan dalam pemulihan kesehatan mental masyarakat.

Selain itu Bobby kembali mengingatkan pentingnya kerja kolaboratif di lingkungan Pemprov Sumut. Menurutnya, kolaborasi bukan sekadar bekerja bersama, tetapi memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Tahun 2026 banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kolaborasi harus dimaknai sebagai kecepatan dan ketepatan," ujarnya.

Secara khusus, Bobby menyoroti proses tender program pembangunan agar tidak berlarut-larut. Ia mengingatkan keterlambatan tender berpotensi menghambat penyelesaian pekerjaan, terutama saat memasuki musim hujan.

"Kalau masuk bulan delapan atau sembilan sudah musim hujan, pekerjaan bisa tidak selesai atau hasilnya tidak maksimal," tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya