Berita

Salah satu potret pertemuan Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. (Foto: Instagram DPP Golkar)

Politik

Koalisi Permanen Pertegas Pendukung Pemerintah dan Kubu Oposisi

MINGGU, 04 JANUARI 2026 | 08:20 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pertemuan sejumlah pimpinan partai politik pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di rumah dinas Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia tidak bisa dibaca sekadar sebagai silaturahmi politik. 

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan serta Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco.

Menurut Pengamat politik dari Politika Research & Consulting (PRC), Nurul Fatta, pertemuan tersebut lebih tepat dipahami sebagai respons atas memburuknya relasi internal koalisi pemerintah yang sudah terlihat ke ruang publik melalui komunikasi politik elite partainya sendiri.


"Munculnya ketegangan antar-elite, seperti sindiran Muhaimin Iskandar kepada Bahlil Lahadalia, serta menyasar tokoh dari Golkar, PAN, dan PSI, menunjukkan bahwa konflik internal koalisi telah keluar dari ruang tertutup dan menjadi konsumsi publik," katanya kepada RMOL, Minggu, 4 Januari 2026.

Situasi semacam ini dinilai berpotensi mengganggu kohesi awal pemerintahan Presiden Prabowo, sehingga wajar jika kemudian ditanggapi oleh Bahlil Lahadalia dengan menggulirkan gagasan koalisi permanen.

Nurul Fatta memandang, gagasan koalisi permanen dalam konteks ini tidak perlu dibaca sebagai koalisi ideologis yang saling mengikat secara ketat, karena pendekatan semacam itu memang tidak relevan dalam politik Indonesia. 
"Koalisi permanen lebih tepat dipahami sebagai instrumen stabilitas kekuasaan, yakni upaya mengunci komposisi pemerintahan agar tidak terlalu cair dan berubah-ubah secara berlebihan pasca-pemilu, dan cenderung pecah kongsi hampir-hampir mendekati pemilu," jelasnya.

Jika koalisi permanen dimaksudkan untuk menjaga stabilitas pemerintahan, maka logikanya sederhana, partai-partai yang mengusung pasangan calon sejak awal dalam pemilihan presiden otomatis menjadi bagian dari pemerintahan, sementara partai yang tidak mendukung seharusnya berada di luar kekuasaan. 

"Pembatasan ini bukan bentuk pengerdilan demokrasi, melainkan upaya menegaskan garis yang jelas antara pemerintah dan oposisi agar akuntabilitas politik tidak kabur," ungkap Nurul Fatta.

Dalam kerangka itu, kehadiran Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco, dalam pertemuan para ketua umum partai menjadi sangat relevan secara politik. Dasco dikenal sebagai figur kepercayaan presiden, memiliki posisi strategis sebagai penjembatan antar-elite, sekaligus berperan sebagai operator politik kekuasaan hari ini. 

"Karena itu, wajar jika pertemuan tersebut dibaca sebagai upaya penengahan konflik atau setidaknya pelurusan kesalahpahaman antar-elite PKB, Golkar, dan PAN, sekaligus langkah menjaga stabilitas awal pemerintahan," pungkasnya.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya