Ketua YLBHI Muhammad Isnur (kanan). (Foto: Webinar Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembaruan KUHAP)
Ketua YLBHI Muhammad Isnur (kanan). (Foto: Webinar Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pembaruan KUHAP)
Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, dalam Webinar Deklarasi Indonesia Darurat Hukum bertajuk “KUHAP Baru: Wajah Inkompetensi dan Otoritarian Negara”, pada Kamis, 1 Januari 2026.
Menurut dia, ketentuan dalam Pasal 510 dan Pasal 511 KUHP baru sangat mengkhawatirkan di tengah kondisi demokrasi yang dinilainya sedang memburuk.
Populer
Senin, 25 Mei 2026 | 08:33
Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43
Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34
Senin, 25 Mei 2026 | 23:14
Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04
Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33
UPDATE
Kamis, 28 Mei 2026 | 00:10
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:43
Rabu, 27 Mei 2026 | 23:17
Rabu, 27 Mei 2026 | 22:30
Rabu, 27 Mei 2026 | 21:46
Rabu, 27 Mei 2026 | 21:37
Rabu, 27 Mei 2026 | 21:10
Rabu, 27 Mei 2026 | 21:08
Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56
Rabu, 27 Mei 2026 | 20:33