Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Tekno

Elon Musk Siap Produksi Massal Implan Otak Neuralink Mulai 2026

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 11:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan implan otak milik Elon Musk, Neuralink, berencana memulai produksi massal (high-volume) perangkat antarmuka otak-komputer mulai tahun ini.

"Neuralink akan memulai produksi massal perangkat antarmuka otak-komputer dan beralih ke prosedur bedah yang efisien serta hampir sepenuhnya otomatis pada tahun 2026," tulis Musk di X pada Kamis 1 Januari 2026.

Ia mengungkapkan prosedur pemasangan implan tersebut ditargetkan akan dilakukan secara sepenuhnya otomatis, tanpa campur tangan manual manusia. 


"Untaian kabel perangkat akan menembus dura (selaput otak) tanpa perlu mengangkatnya. Ini adalah sebuah pencapaian yang sangat penting," tulis Musk.

Meskipun belum ada tanggapan resmi dari Neuralink, pernyataan Musk menandai langkah besar perusahaan dalam mempercepat komersialisasi teknologi implan otak yang selama ini masih berada pada tahap uji coba terbatas.

Dikutip dari Reuters, implan Neuralink dirancang untuk membantu orang dengan cedera saraf serius, seperti cedera tulang belakang. Pasien pertama yang menerima implan tersebut dilaporkan sudah mampu bermain gim, menjelajah internet, mengunggah konten ke media sosial, serta menggerakkan kursor laptop hanya dengan pikiran.

Neuralink mulai melakukan uji coba pada manusia pada 2024, setelah berhasil mengatasi berbagai kekhawatiran keselamatan yang sebelumnya diajukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). FDA sempat menolak permohonan uji coba perusahaan ini pada 2022 karena alasan keamanan.

Pada September lalu, Neuralink menyatakan bahwa 12 orang dengan kelumpuhan parah di berbagai negara telah menerima implan otak tersebut. Para pasien itu disebut mampu mengendalikan perangkat digital dan alat fisik hanya melalui sinyal pikiran.

Selain kemajuan teknologi, Neuralink juga mencatat dukungan finansial yang besar. Perusahaan ini berhasil mengamankan pendanaan sebesar 650 juta Dolar AS dalam putaran pendanaan yang dilakukan pada Juni lalu, yang memperkuat ambisinya untuk memperluas skala produksi.

Jika rencana produksi massal dan operasi otomatis pada 2026 benar-benar terwujud, Neuralink berpotensi menjadi pemain utama dalam teknologi antarmuka otak-komputer, sekaligus membuka babak baru dalam dunia medis dan rehabilitasi bagi pasien dengan gangguan saraf berat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya