Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Rapor Merah Pasar Energi: Harga Minyak Dunia Alami Penurunan Tahunan Terparah Sejak 2020

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 09:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi pasar energi global. Harga minyak dunia menutup kalender dengan catatan merah, membukukan penurunan tahunan hampir 20 persen. 

Angka ini menjadi koreksi terdalam sejak pandemi 2020, sekaligus menandai rekor pelemahan selama tiga tahun berturut-turut, sebuah sejarah baru dalam industri minyak mentah.

Berdasarkan data perdagangan hari terakhir yang dirilis pada Kamis 1 Januari 2026, minyak mentah Brent terpangkas sekitar 19 persen sepanjang tahun hingga bertengger di level 60,85 Dolar AS per barel. Nasib serupa menimpa jenis West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat yang anjlok hampir 20 persen ke posisi 57,42 Dolar AS per barel.


Anomali pasar ini dipicu oleh perpaduan faktor yang kompleks. Di satu sisi, konflik geopolitik antara Iran-Israel di Selat Hormuz serta ketegangan Rusia-Ukraina sempat memberi tekanan pada harga. Namun, sentimen tersebut kalah kuat oleh kekhawatiran akan kelebihan pasokan global.

OPEC+ tercatat telah melepas sekitar 2,9 juta barel per hari ke pasar sejak April 2025. Meskipun mereka sepakat untuk menahan laju produksi pada awal 2026, bayang-bayang melimpahnya stok tetap menghantui pasar. Analis komoditas dari BNP Paribas, Jason Ying, memprediksi tekanan ini belum akan berakhir dalam waktu dekat.

“Pasokan dari produsen shale (serpih) akan lebih konsisten dan tidak terlalu sensitif terhadap pergerakan harga,” jelas Jason Ying.

Ia memprediksi Brent masih berpotensi merosot hingga ke level 55 Dolar AS pada kuartal pertama 2026 sebelum akhirnya stabil di angka 60 Dolar AS.

Data dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menambah beban bagi harga minyak. Walaupun stok minyak mentah turun 1,9 juta barel pada akhir Desember, pasar justru dikejutkan dengan lonjakan persediaan bensin dan solar yang melampaui ekspektasi.

John Kilduff dari Again Capital Markets menilai kondisi ini sebagai sinyal waspada bagi para pelaku pasar di awal tahun baru.

“Penurunan stok minyak mentah memang positif, tapi detail lainnya kurang baik. Januari dan Februari kemungkinan akan berat setelah musim liburan berakhir,” ungkap Kilduff.

Kini, fokus pelaku pasar tertuju pada dampak kebijakan tarif Amerika Serikat yang dikhawatirkan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi global. Jika permintaan bahan bakar dunia melemah akibat perang dagang, tahun 2026 mungkin akan menjadi babak baru perjuangan bagi stabilitas harga emas hitam ini.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya