Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 07:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa mengakhiri tahun 2025 dengan catatan gemilang, mendekati level tertinggi sepanjang masa sekaligus membukukan kinerja tahunan terkuatnya sejak 2021. 

Di hari terakhir perdagangan, Rabu 31 Desember 2025, saham Eropa ditutup di dekat level tertinggi. STOXX 50 ditutup pada 5.791 poin, sementara STOXX 600 yang lebih luas berada di 592 poin. 

Pertumbuhan ini didorong oleh ketangguhan ekonomi kawasan dan optimisme terhadap peningkatan belanja fiskal yang memberikan energi baru bagi bursa Benua Biru.


Jerman menjadi bintang utama dengan indeks DAX melejit 23 persen secara tahunan, hasil dari agresivitas pemerintah dalam menyuntikkan stimulus fiskal dan belanja infrastruktur. 

Di London, FTSE 100 mencatatkan tahun terbaiknya sejak 2009 dengan kenaikan 21,6 perseb, hampir menyentuh rekor tertinggi di angka 9.931 poin. Meski pertumbuhan ekonomi Inggris melambat, daya saing korporat yang kuat tetap mampu memikat kepercayaan investor.

Sektor perbankan mencatatkan performa terbaiknya sejak 1997, dipimpin oleh reli luar biasa saham Prancis seperti Societe GenĂ©rale yang menguat 153 persen dan BNP Paribas 36 persen. 

Sektor pertahanan dan utilitas juga menunjukkan taringnya; Thales melonjak 65 persen akibat ketegangan geopolitik, sementara kebutuhan daya untuk pusat data mengangkat saham-saham energi.

Namun, performa ini tidak merata. Indeks CAC 40 Prancis tertinggal dari tetangganya dengan hanya tumbuh 10 persen, terbebani oleh ketidakpastian politik dan beban utang. 

Sektor konsumsi dan otomotif menjadi titik lemah, di mana Stellantis anjlok 26 persen dan Pernod Ricard turun 33 persen akibat melambatnya permintaan dari pasar China dan Amerika Serikat.

Memasuki tahun baru, momentum ekuitas Eropa diprediksi tetap terjaga. Investor mulai mengalihkan fokus dari pasar AS ke Eropa guna mencari diversifikasi dan nilai yang lebih kompetitif. Di tengah pelemahan dolar dan kekhawatiran akan kejenuhan investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI) di bursa global, saham Eropa kini dipandang sebagai pelabuhan strategis yang menawarkan stabilitas di tengah fluktuasi geopolitik.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya