Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Dolar AS Bertahan Kuat Jelang Rilis Risalah FOMC, Rupiah Ditutup Melemah

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 08:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pergerakan Dolar AS di pasar uang global cenderung stabil dengan bias menguat pada perdagangan akhir tahun yang berlangsung sepi. 

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama, tercatat naik tipis sekitar 0,09 persen ke kisaran 98,12. Hal ini mencerminkan minimnya katalis global serta aktivitas pasar yang didominasi transaksi teknis menjelang libur Tahun Baru.

Meski DXY menguat terbatas, Dolar AS justru melemah terhadap Yen Jepang. Penguatan Yen terjadi seiring spekulasi lanjutan kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) dan meningkatnya kewaspadaan pasar terhadap potensi intervensi pemerintah Jepang. 


Risalah rapat BOJ menunjukkan perdebatan internal mengenai kelanjutan siklus pengetatan moneter, setelah suku bunga acuan dinaikkan ke level tertinggi dalam 30 tahun. Kondisi ini menahan penguatan dolar terhadap yen, meskipun belum cukup kuat untuk memicu intervensi langsung.

Meski BOJ menaikkan suku bunga pada pertemuan 19 Desember, Yen sempat jatuh hingga menyentuh level terendah satu bulan di 157,77 per Dolar AS, yang memicu kembali peringatan potensi intervensi. Jepang terakhir kali masuk ke pasar valuta asing pada Juli 2024 untuk menopang mata uangnya, setelah yen anjlok ke level terendah 38 tahun di 161,96 per dolar.

Terhadap mata uang utama lain, Dolar AS bergerak beragam. Euro dan Poundsterling melemah tipis terhadap Dolar AS, sejalan dengan penguatan marginal DXY. Sementara itu, data ekonomi AS seperti lonjakan pending home sales memberi dukungan terbatas bagi Dolar AS, namun belum mengubah arah pergerakan secara signifikan.

Di Asia, penguatan Dolar turut menekan sejumlah mata uang regional, termasuk Rupiah yang ditutup melemah ke Rp16.788 per Dolar AS.

Secara keseluruhan, pergerakan DXY masih mencerminkan fase konsolidasi, dengan fokus pasar beralih ke rilis risalah rapat FOMC dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve pada tahun depan.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

RI Dorong Status 742 Cagar Budaya Nasional Baru

Kamis, 03 September 2026 | 18:29

Di Forum Ekonomi Vladivostok, Prabowo Beberkan Alasan RI Tetap Jalankan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:23

BGN ‘Berdosa’ Jika Biarkan Korban Keracunan MBG

Kamis, 03 September 2026 | 18:19

Profil Lionel Messi, Akhiri Karier Internasional dengan 125 Gol

Kamis, 03 September 2026 | 17:57

Prabowo Dorong Rute Langsung RI-Vladivostok untuk Perkuat Hubungan Ekonomi

Kamis, 03 September 2026 | 17:43

Anggaran MBG 2027 Capai Rp232,876 Triliun

Kamis, 03 September 2026 | 17:40

Kemenkop Tegaskan Anggaran Rp103 Miliar Bukan untuk Podcast

Kamis, 03 September 2026 | 17:35

Mantan Pemain Timnas Iwan Setiawan Meninggal Dunia, Ini Jejak Kariernya di Sepak Bola Indonesia

Kamis, 03 September 2026 | 17:25

IHSG-Rupiah Kompak Cerah Hari Ini

Kamis, 03 September 2026 | 17:23

Demo Kantor Agrinas Diduga Ditunggangi Oknum

Kamis, 03 September 2026 | 17:08

Selengkapnya