Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Kapal Venzuela Diblokir AS, Harga Minyak Melonjak

SABTU, 20 DESEMBER 2025 | 10:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melonjak karena muncul kekhawatiran gangguan pasokan akibat langkah Amerika Serikat (AS) yang memblokir kapal tanker Venezuela. 

Dikutip dari Reuters, Sabtu 20 Desember 2025, pada penutupan perdagangan Jumat, harga minyak Brent naik 65 sen atau 1,1 persen menjadi 60,47 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat 51 sen atau 0,9 persen ke level 56,66 Dolar AS per barel. 

Meski naik harian, secara mingguan kedua acuan harga minyak ini masih turun sekitar 1 persen, setelah anjlok sekitar 4 persen pada pekan sebelumnya.


Analis menilai kenaikan harga ini masih terbatas karena pasar bersikap hati-hati. Menurut Ritterbusch and Associates, harga minyak bertahan sedikit di atas level terendah minggu ini sambil menunggu kejelasan arah perundingan damai Rusia-Ukraina serta dampak nyata dari kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang berniat memblokir kapal tanker Venezuela. “Pasar masih menunggu panduan lebih jelas dari perkembangan Ukraina-Rusia dan kabar terbaru dari Venezuela,” tulis mereka.

Dari sisi geopolitik, Trump mendorong upaya mengakhiri perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Namun, Uni Eropa malah memilih menyalurkan pinjaman sekitar 90 miliar Euro kepada Ukraina untuk membiayai pertahanan selama dua tahun ke depan, alih-alih menggunakan aset Rusia yang dibekukan. Menanggapi hal tersebut Presiden Rusia Vladimir Putin menolak kompromi dan menuduh Uni Eropa mencoba “merampok” aset Rusia. 

Di sisi lain, Ukraina dilaporkan menyerang kapal tanker minyak Rusia yang tergolong “shadow fleet” di Laut Mediterania menggunakan drone, menandai eskalasi serangan terhadap pengiriman minyak Rusia.
Ketegangan juga meningkat di kawasan Karibia. 

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan Washington tidak khawatir akan eskalasi dengan Rusia terkait Venezuela, meski AS memperkuat kehadiran militernya di wilayah tersebut.

Venezuela, yang menyumbang sekitar 1 persen pasokan minyak global, tetap berupaya mengekspor minyak. Negara itu baru-baru ini mengizinkan dua pengiriman minyak yang tidak terkena sanksi berlayar ke China. Di saat yang sama, sebuah kapal tanker yang membawa sekitar 300 ribu barel nafta dari Rusia masuk ke perairan Venezuela, sementara beberapa kapal lain yang terkena sanksi dilaporkan mengubah rute atau menghentikan pelayaran.

Dari Amerika Serikat muncul kekhawatiran soal produksi minyak. Jumlah rig pengeboran di Permian Basin -- wilayah penghasil minyak terbesar AS -- turun tiga unit menjadi 246 rig, terendah sejak Agustus 2021. Penurunan jumlah rig ini sering dianggap sebagai sinyal awal bahwa produksi minyak AS berpotensi melemah ke depan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya