Berita

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. (Foto: BBC)

Dunia

Presiden Korsel Usul Asuransi Kesehatan Cakup Rambut Rontok

JUMAT, 19 DESEMBER 2025 | 14:54 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung minta pemerintahannya mengkaji perluasan asuransi kesehatan publik, termasuk perawatan rambut rontok.

Menurutnya, alasan kebotakan kini menjadi persoalan kelangsungan hidup kaum muda, bukan sekadar isu kosmetik.

Dalam pernyataannya, Lee menyinggung rasa ketidakadilan yang dirasakan generasi muda. 


"Mungkin ada anak muda yang merasa tidak adil karena mereka hanya membayar premi asuransi dan tidak dapat menerima manfaat," ujar Lee, dikutip dari BBC, Jumat, 19 Desember 2025.

Jika direalisasikan, kebijakan ini akan memperluas cakupan asuransi di luar layanan terbatas yang saat ini hanya menanggung kerontokan rambut akibat kondisi medis tertentu, seperti alopecia areata, sementara kebotakan pola pria masih dikecualikan.

Namun, waktu pengajuan wacana ini dinilai krusial karena proyeksi internal menunjukkan sistem asuransi kesehatan Korea Selatan berpotensi mengalami defisit hingga 4,1 triliun won pada 2026. 

Usulan tersebut langsung menuai kritik dari kalangan medis dan kelompok konservatif. Asosiasi Medis Korea menilai prioritas anggaran menjadi masalah utama. Menurut mereka, dana asuransi lebih baik diprioritaskan untuk perawatan kanker dan penyakit serius lainnya.

Menteri Kesehatan Jeong Eun Kyeong pun mengaku bersikap hati-hati, menilai perluasan cakupan akan berdampak besar terhadap keuangan asuransi.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya