Berita

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Menteri PU Sebut 81 Persen Jalan Nasional di Lokasi Bencana Sudah Pulih

JUMAT, 19 DESEMBER 2025 | 13:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perbaikan jalan nasional di wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah mencapai progres signifikan, dengan 81 persen ruas jalan yang sebelumnya rusak kini kembali fungsional. 

Hal itu disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025. 

Berdasarkan hasil evaluasi awal, terdapat sekitar 80 ruas jalan nasional di tiga provinsi yang mengalami kerusakan akibat bencana. 


Berkat kerjasama Kementerian PUPR, TNI Angkatan Darat, dan masyarakat setempat, jalan nasional di wilayah tersebut telah pulih hingga 81 persen. 

“Hasil review kami di awal ada total sekitar 80 jalan nasional yang terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Alhamdulillah per detik ini 81 persen sudah fungsional,” ujar Dody.

Di Provinsi Aceh, tercatat 38 ruas jalan nasional terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 ruas telah kembali fungsional, sementara 12 ruas lainnya masih dalam tahap perbaikan bersama TNI dan masyarakat setempat.

Sementara di Sumatera Utara, dari 12 ruas jalan nasional yang terdampak, 10 ruas sudah dapat dilalui dan dua ruas masih dalam pengerjaan.

Adapun di Sumatera Barat, dari 30 ruas jalan nasional yang terdampak, sebanyak 29 ruas telah fungsional. Satu ruas lainnya pada dasarnya sudah dapat dilalui sejak sehari sebelumnya.

Selain jalan nasional, Kementerian PU juga menangani perbaikan jembatan nasional yang terdampak bencana. 

Tercatat terdapat 33 jembatan nasional yang mengalami kerusakan, dengan sekitar 19 jembatan atau hampir 60 persen telah kembali fungsional.

“Nah untuk jembatan sendiri, jembatan nasional itu ada totalnya 33. 33 itu sudah fungsional hampir sekitar 60 persen, sekitar 19 jembatan. Yang masih butuh pengerjaan ada sekitar 15-an,” ujar Dody.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya